Remaja, Media Sosial, dan Tren Penyalahgunaan Obat Makin Mengkhawatirkan
- 13 Mar 2026 14:43 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Tren penyalahgunaan obat di kalangan remaja semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pergaulan, tekanan sosial, hingga pengaruh media sosial yang membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda.
Apoteker Pontianak, Deprama Sutikti, S.Farm (IAI Kalimantan Barat) dalam Acara Toserba (Topik Serba Ada) RRI Pro 2 Pontianak, Kamis, 5 Maret 2026, mengungkapkan bahwa kasus penyalahgunaan obat memang kerap ditemui dalam praktik sehari-hari di apotek. Menurutnya, remaja sering mencoba obat tertentu bukan untuk pengobatan, melainkan untuk mencari efek menyenangkan sesaat.
“Biasanya karena pergaulan dan mencari kesenangan sesaat. Tapi caranya tidak bijak, karena dampak jangka panjangnya bisa merusak kesehatan,” ujar Depra saat berbincang dalam program siaran radio di Pontianak.
Ia menambahkan, anak muda saat ini juga semakin cerdik mencari cara mendapatkan obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan. Bahkan jika pembelian dibatasi di satu tempat, mereka bisa mencoba membeli di tempat lain dengan jumlah yang sama.
“Kalau di apotek kita bisa membatasi pembelian sesuai aturan. Tapi mereka bisa saja membeli lagi di tempat lain atau lewat marketplace,” jelasnya.
Menurut Deprama, pengawasan terhadap penjualan obat memang sudah dilakukan, termasuk oleh pihak berwenang yang memantau penjualan melalui platform digital. Namun pengendalian paling penting tetap berasal dari kesadaran diri para remaja itu sendiri.
Ia juga menyoroti bahwa obat-obatan tertentu yang dijual bebas terbatas sering menjadi sasaran penyalahgunaan. Padahal penggunaan obat yang tidak sesuai dosis dapat menimbulkan efek berbahaya seperti halusinasi, perubahan emosi, hingga ketergantungan.
“Penyalahgunaan obat itu masuk dalam kategori drug abuse. Dampaknya bisa sama seriusnya dengan penyalahgunaan narkotika atau psikotropika,” tegasnya.
Karena itu, Deprama menilai edukasi kepada remaja harus diperkuat, baik melalui keluarga, sekolah, maupun lingkungan sosial. Kegiatan positif seperti olahraga dan komunitas kreatif juga dinilai mampu menjadi alternatif sehat bagi generasi muda.
Dengan meningkatnya kesadaran bersama, diharapkan remaja dapat lebih bijak dalam menggunakan obat dan tidak terjebak dalam tren berbahaya yang hanya memberikan kesenangan sesaat tetapi merugikan masa depan mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....