Pantun Hari Pahlawan
- 08 Nov 2025 22:36 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional. Tanggal ini dipilih untuk mengenang peristiwa heroik Pertempuran Surabaya tahun 1945, sebuah babak penting dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan. Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, kedatangan tentara Sekutu yang diboncengi Belanda memicu ketegangan.
Puncaknya tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum keras agar rakyat Surabaya menyerah. Namun, rakyat Surabaya yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Bung Tomo dengan orasi berapi-api, menolak ultimatum tersebut. Mereka memilih melawan dengan semboyan "Merdeka atau Mati!". Pertempuran sengit ini berlangsung sekitar tiga minggu, menelan ribuan korban jiwa dari pihak pejuang dan rakyat, dan menjadi simbol pengorbanan serta keberanian yang luar biasa.
Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang, melainkan momentum untuk meneladani nilai-nilai luhur para pejuang: keberanian, persatuan, dan pantang menyerah.
Di masa kini, perjuangan kita adalah melawan kebodohan, korupsi, dan perpecahan. Untuk memantapkan makna Hari Pahlawan, mari kita resapi dalam bait-bait pantun yang ditulis Mak Keribang seorang pegiat pantun di Kalimantan Barat.
Sungguh Nikmat Rasanya Bakwan,
Dimakan Bersama Duduk di Bangku,
Selamat Memperingati Hari Pahlawan,
Pahlawan Tauladanku Jaya Indonesiaku.
Berangkat Dari Medan Menuju Belawan,
Membawa Hasil Panen Malam Gerhana,
Semangat Memperingati Hari Pahlawan,
Persatuan Dijaga Perdamaian Bermakna.
Terbanglah Terbang Burung Kenari,
Hinggap Di Dahan Si Pohon Jati,
Pahlawan Berjuang Untuk NKRI,
Pahlawan Teladanku Selalu di Hati.
Berkumpullah Ilmuwan di Kota Banjar,
Musyawarah Membahas Penemuan Baru,
Dari Para Pahlawan Kita Belajar,
Merawat Kemerdekaan Harus Bersatu.
Kemana Kawan Hendak Berkemah,
Janganlah Lupa Membawa Kompas,
Pahlawan Berjuang Memang Tak Mudah,
Berkorban Segalanya Hingga Akhir Nafas.
Tuan Pujangga Membuat Syair,
Menuliskan di Kertas Memakai Tinta,
Sekarang Saatnya Kita Berpikir,
Isi Kemerdekaan Dengan Bakti Nyata.
Perang Gerilya di Hutan Rimba,
Sambil Waspada di Persembunyian,
Sekarang Bahagia Sudah Merdeka,
Jaga Indonesia Dari Perpecahan.
Jangan Melamun Naik Sepeda,
Nanti Terjatuh Hingga Terluka,
Berjuang Bersama Para Pemuda,
Indonesia Bersatu Maju dan Jaya.
Di Jepang Ada Gunung Fuji,
Tapi Jarang Nampak Pendaki,
Pemuda Biasa Mengukir Janji,
Pemuda Sejati Memberi Bukti.
Air Mengalir Sampai Pelabuhan,
Bukit Bebatuan Candi Prambanan,
Pemuda Hadir Membangun Peradaban,
Menjaga Persatuan di Garda Terdepan.
Baca juga: Pantun Hari Sumpah Pemuda
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....