Eva: Akan Buktikan Artis Dayak Bukan "Kampungan"
- 30 Okt 2025 19:51 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Ajang pencarian bakat Artis Dayak Generation (ADG) musim keempat sukses digelar, menandai upaya berkelanjutan untuk mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Hal ini terungkap dalam dialog bertajuk "NGANDER - NGOPI BUDAYA: Titip Budaya untuk Generasi Muda" yang diselenggarakan oleh RRI PRO4 Pontianak. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama: Bang Aan Baget selaku Founder Artis Dayak Generation, dan Kak Eva Valentine, pemenang ADG Generasi Keempat tahun 2025.
Bang Aan Baget menjelaskan, ADG 4 yang untuk pertama kalinya diadakan di Kota Pontianak, berlangsung selama empat malam rangkaian acara final show, setelah melalui proses audisi dan pembentukan karakter yang memakan waktu hampir satu tahun. Hal tersebut bertujuan dimana dari proses yang panjang ini adalah untuk menghasilkan talenta yang berkualitas.
"Di sini kita sebagai artis Dayak, berarti mereka juga harus menjadi, dan menjaga marwah Dayak, juga sebagai pelestari budaya juga," ujarnya.
Bang Aan Baget, menekankan pentingnya peran seniman lokal bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga duta budaya.
Bang Aan Baget juga memaparkan alasan mengapa dirinya tetap berfokus pada pengembangan musisi Dayak di kancah lokal, alih-alih mengejar popularitas di tingkat nasional atau internasional secara personal.
"Karena satu, kalau bukan saya yang peduli dengan anak daerah, siapa lagi?" tuturnya, sambil menambahkan bahwa semangat berbagi kepada generasi muda adalah kunci agar regenerasi seniman Dayak tidak terhenti.
Terkait prospek musik daerah ke depan, Bang Aan optimistis bahwa lagu-lagu Dayak mampu bersaing di pasar yang lebih luas, mencontoh sukses lagu daerah lain yang telah merambah kancah nasional bahkan internasional.
"Saya percaya bahwa ke depannya kita mampu bersaing baik itu di kanca nasional maupun internasional," katanya, melihat antusiasme masyarakat dan dukungan luar biasa yang diterima ADG 4, termasuk dari pihak pemerintah dan swasta.
Sementara itu, Pemenang ADG 4, Eva Valentine, yang juga berprofesi sebagai guru, mengungkapkan motivasi kuatnya untuk ikut serta, yaitu untuk melawan stigma negatif terhadap seniman daerah.
"Saya pengin membuktikan ke teman-teman yang sudah berbicara demikian bahwa artis Dayak itu enggak kampungan, tapi malah itu aset kita sebagai orang Dayak," ujar Eva, yang berhasil unggul di antara para finalis Top 10.
Dan sebagai pemenang, Kak Eva Valentine akan menjalani kontrak selama satu tahun di bawah manajemen Kakona Studio Management, yang mencakup produksi lagu, pembuatan video klip, hingga tur promosi keliling Kalimantan Barat. Lagu kemenangannya dijadwalkan akan segera dirilis dalam waktu dekat.
Sedangkan untuk audisi untuk Artis Dayak Generation 5 (ADG5) akan segera dibuka pada bulan Januari mendatang, dan dapat diikuti oleh pemuda/pemudi maksimal usia 29 tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....