Paguyuban Jawa Pontianak Ajak Semua Jaga Warisan Budaya
- 29 Okt 2025 14:44 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Paguyuban Jawa Kota Pontianak (PJKP) menegaskan komitmennya untuk menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi. Dalam program "Ngander" RRI Pro 4 Pontianak (24/10/2025), bersama Host Meiti, Ketua PJKP Suparjo dan Koordinator Bidang Budaya Ki Joko Panguripan memaparkan strategi mereka, termasuk adaptasi kesenian menggunakan teknologi modern.
Suparjo, atau yang akrab disapa Pak Lehot, menjelaskan bahwa PJKP yang baru berusia sekitar enam bulan ini berfungsi sebagai wadah pemersatu. Hingga kini, delapan grup kuda lumping dan dua grup janeng (sholawatan) telah bergabung di bawah naungan PJKP.
"Paguyuban Jawa kota Pontianak itu sebenarnya untuk mempersatukan kelompok-kelompok seni yang ada di Kota Pontianak," ujar Suparjo.
Ia juga menekankan tujuan utama paguyuban. "Mau mengembangkan budaya Jawa, supaya walaupun di Pontianak tetap bisa nguri-nguri budaya Jawa, jangan sampai hilang," ucapnya.
Untuk mendukung misi ini, PJKP telah berhasil mengadakan seperangkat gamelan dari Solo dan menyelenggarakan pelatihan untuk ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak.
Sementara Ki Joko Panguripan, menyoroti bahwa pelestarian budaya kini menghadapi tantangan berupa persaingan dengan budaya luar. Namun, menurutnya, hal ini dapat disiasati dengan menyajikan budaya dalam kemasan yang menarik bagi generasi muda.
"Di era modern kita kemas ataupun dibuat casing yang modern, tapi isinya sama. Contoh yang dulunya gamelan-gamelan doang, sekarang dikemas digabungkan dengan organ, dengan gitar, dengan bas, dengan drum. Daya tariknya ke situ untuk kawan mudanya," ujar Ki Joko.
Selain itu, teknologi digital seperti YouTube, Facebook, dan TikTok diakui sebagai sarana penting untuk mempromosikan kegiatan dan kesenian Jawa.
PJKP tidak hanya fokus pada etnis Jawa. Ki Joko menegaskan bahwa paguyuban ini terbuka untuk siapa saja, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
"Gamelan itu bisa mempersatukan bangsa, di situ nilai kebhineka tunggal ikaan, muncullah nantinya seperti itu. Bahwa inilah jati diri bangsa di situ, walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua. Jadi, jangan merisaukan perbedaan, tapi perbedaan itu adalah keindahan," katanya.
Upaya konkret dalam regenerasi juga dilakukan dengan mendorong anak-anak anggota paguyuban menempuh pendidikan tinggi seni. Suparjo menyebutkan bahwa putra dan menantunya kini telah lulusan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja dan ISI Solo di bidang Karawitan, Tari, dan Pedalangan, dan siap memperkuat SDM seni di Pontianak.
"Kalau kepandaian dan ketangkasan itu tidak kita prioritaskan. Yang penting kita bisa guyub rukun bersatu sama-sama enak, merujuk pada moto PJKP yakni Guyub Rukun Sak Lawase (Rukun dan Bersatu Selamanya),” ucapnya.
Baca juga: Gubernur Lantik Pengurus Paguyuban Pagar Jati Jawa Timur
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....