Gubernur Lantik Pengurus Paguyuban Pagar Jati Jawa Timur
- 14 Jul 2025 09:56 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., secara resmi melantik Pengurus Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) Periode 2025-2030 Kalbar bertempat di Istana Rakyat (Pendopo Kalbar), Jum'at (11/7/2025) malam.
Dalam proses pengukuhan tersebut, Machrus Effendy resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pagar Jati Kalbar dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak beserta istri, Arumi Bachsin, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan dan istri, Sekretaris Daerah Prov Kalbar dr. Harisson beserta Istri serta Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, serta jajaran pejabat dan tokoh masyarakat lintas etnis.
Usai pelantikan, Gubernur Kalbar, Ria Norsan berharap agar pengurus yang terbentuk dapat berkontribusi bersamaan dalam pembangunan di wilayah Kalbar.
“Arek Jawa Timur yang ada di Kalimantan Barat mudah-mudahan dengan kegiatan Pagar Jati ini nantinya setelah dilantik bisa bekerja secara maksimal menentukan organisasi dan bisa berkontribusi untuk masyarakat Kalimantan Barat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” ucapnya.
Ia berharap, simbiosis mutualisme antara dua daerah dalam hal positif ini untuk terus digaungkan. Mengingat banyak potensi - potensi yang bisa ditingkatkan dari kedua provinsi ini.
“Kerja sama yang akan dilaksanakan salah satunya adalah di bidang perdagangan, seperti produksi beras karena di Jawa Timur banyak produksi beras jadi kita minta untuk datangkan beras dari Jawa Timur, jika di sana kekurangan minyak goreng maka kita akan datangkan CPOnya dan disana yang akan mengolahnya untuk jadi minyak goreng,” terangnya.
Bak gayung bersambut, Wagub Jatim Emil Dardak menyambut baik harapan dari Gubernur Ria Norsan untuk terus meningkatkan kerja sama positif di berbagai aspek.
“Saya juga merencanakan akan melakukan kunjungan kepada Bapak Gubernur untuk mempererat kerja sama, ini adalah daerah yang akan menjadi potensi, hubungan yang sangat erat persahabatan antara Jawa Timur dengan Kalimantan Barat. Jawa Timur jumlah penduduknya 42 juta tentunya ini adalah jumlah yang sangat besar menjadi berkah sekaligus tantangan karena luasnya Jawa Timur 48.000 km², Jawa Timur mungkin sepertiga Jawa sedangkan Kalimantan Barat 1 setengah kali pulau Jawa, penduduknya sekitar 5 setengah juta. Jadi, wajar saja banyak potensi yang bisa kita kerja samakan sinergi yang bisa dibangun antara Kalimantan Barat dan Jawa Timur,” ungkapnya.
Ia juga melihat potensi lain yang dimiliki oleh Provinsi Kalbar, yakni merupakan salah satu provinsi yang berbatasan dengan negara lain.
“Kami juga membayangkan kerja sama yang mutualisme yang sama-sama menguntungkan dan sama-sama mengangkat, kami meyakini bahwa pembangunan di Kalimantan Barat ini akan semakin mengokohkan Provinsi Kalimantan Barat sebagai provinsi yang strategis berada di jalur lanjutan Selat Malaka, dari Singapura lanjut sampai ke samudera Pasifik, pasti lewat Kalimantan Barat. Itulah sebabnya saya pahami bahwa salah satu yang dikembangkan adalah pelabuhan internasional dan di sana juga sudah dikembangkan smelter untuk memanfaatkan smelter grade alumina refinery untuk memanfaatkan deposit bauksit yang luar biasa,” terangnya.
Ia juga mengapresiasi, potensi lain yang dimiliki Kalbar, yakni terkait sumber daya alam yang melimpah, dan menjadi perhatian khusus di masa kepemimpinan Norsan- Krisantus ini.
“Ada 20 lebih komoditas yang menjadi prioritas hilirisasi selain yang sering kita kenal nikel, bauksit itu juga disebut langsung kedua oleh Bapak Presiden, jadi sudah bisa dipastikan bahwa presiden kita memiliki atensi khusus kepada Kalimantan Barat. Oleh sebab itu bauksit ini diproses menjadi alumina dan tentunya menjadi bahan baku industri, ini yang kita harapkan bagaimana kemudian alumina sudah bisa memberikan nilai tambah yang luar biasa untuk perekonomian di Kalimantan Barat Barulah kemudian produk yang sudah bernilai tambah ini bisa diolah menjadi berbagai produk misalnya di Jawa Timur. Jadi, nilai tambah utama tetap berada di tanah kebanggaan Kalimantan Barat, ini yang kita sebut gerbang baru. Kalau dulu kirim barang mentah langsung ke Jawa Timur, kirim hasil tambang mentah, hasil kebun mentah langsung dikirim, sekarang kami sadar bahwa Indonesia akan dibangun tidak lagi Jawa Sentris tapi Indonesia Sentris. Jadi, ini potensinya benar-benar besar sekali yang ada di Kalimantan Barat, oleh karena itu mudah-mudahan setelah ini persahabatan dan persaudaraan harus terjalin antara Pagar Jati dengan Jawa Timur,” sebutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....