Delly Sampaikan Pesan Lewat Permainan Sape’
- 09 Agt 2025 17:11 WIB
- Pontianak
KBRN, Ketapang: F Deliana memilih alat musik tradisional sape’ sebagai media untuk menyampaikan pesan tentang kerusakan hutan, perampasan hak adat, dan kearifan lokal Dayak. Musik menjadi jalan baginya untuk menyuarakan kecintaannya terhadap alam dan budaya Kalimantan.
“Lewat sape’ saya bisa menyuarakan keindahan dari Kalimantan, kekayaan budaya, dan kampanye hak masyarakat adat,“ ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Delly, sapaan akrabnya berasal dari kampung Tahak, Desa Balai Pinang, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Ketertarikannya terhadap sape’ tumbuh sejak kelas 6 SD.
Minimnya pemain sape’ perempuan di Borneo, mendorongnya untuk belajar alat musik yang identik dengan suku Dayak Kenyah, Kayan, dan Iban, meski dirinya berasal dari suku Dayak Simpang. Dia mengaku sempat bertanya kenapa perempuan jarang maen sape’.
“Akhirnya saya minta dibuatkan sape’ darurat oleh ayah saya dan mulai belajar secara otodidak,“ terangnya.
Keseriusan Delly terlihat saat mulai mengikuti les saat SMA dan terus mengembangkan kemampuannya hingga kini aktif sebagai pemain sape’ selama hampir lima tahun.
Menurutnya sape’ bukan sekadar alat musik. Ia percaya sape’ memiliki roh. Ia memilih sendiri siapa yang bisa memainkannya.
“Kalau terpilih maka permainan diakuinya bisa menyatu dengan alam dan bahkan jadi saran penyembuhan,“ ucap Delly.
Delly meyakini bahwa musik sape’ bersifat universal dan dapat menjangkau pendengar lintas budaya baik di dalam maupun luar negeri. Melalui alat musik ini, ia ingin memperkenalkan kekayaan budaya Dayak ke pentas dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....