Alam Ndeso, Oase Wisata Pedesaan yang Menggerakkan Ekonomi Lokal di Rasau Jaya

  • 19 Jul 2026 08:34 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak-Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kubu Raya, hadir sebuah destinasi yang menawarkan suasana pedesaan yang asri dengan panorama Sungai Kapuas sebagai daya tarik utama. Tempat wisata tersebut adalah Alam Ndeso, yang berlokasi di Jalan Bintang Mas, Rasau Jaya, tidak jauh dari Dermaga Rasau Jaya. Selain menyuguhkan pemandangan alam yang menenangkan, kawasan wisata ini juga menjadi ruang rekreasi keluarga sekaligus berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar.

Abdul Razak Fikri, yang akrab disapa Razak, Admin Pengelola Bidang SDM, Keuangan, dan Pemasaran Alam Ndeso mengatakan bahwa akses menuju lokasi sangat mudah. Alam Ndeso melewati satu jalur utama dengan kondisi jalan yang mulus, beraspal, dan dapat ditempuh dengan nyaman dari Kota Pontianak menuju Rasau Jaya.

“Akses jalan satu jalur di Rasau Jaya, bagus, mulus, aspal, dan tidak ada kerusakan dari kota ke Alam Ndeso,” ujarnya.

Dari Ruang Privat Menjadi Destinasi Wisata

Razak mengungkapkan bahwa kawasan Alam Ndeso memiliki luas sekitar satu hektare. Awalnya, lokasi tersebut hanya difungsikan sebagai tempat bersantai bagi pemilik dan keluarganya. Bahkan, kawasan itu dirancang sebagai tempat rekreasi pribadi yang tidak dibuka untuk umum.

“Awalnya pemilik dan keluarga pinginnya punya tempat wisata sendiri (private) dan tidak boleh orang lain masuk. Tempat di sini aslinya hanya untuk tempat nyantai pemilik,” ucapnya.

Namun, keadaan berubah ketika salah satu acara pernikahan keluarga diselenggarakan di lokasi tersebut. Menurut Razak, seorang tamu mengunggah video suasana Alam Ndeso ke media sosial hingga menjadi viral. Banyak masyarakat memberikan masukan agar tempat tersebut dikembangkan menjadi objek wisata. Berbekal respons positif tersebut, Alam Ndeso resmi dibuka sebagai destinasi wisata pada tahun 2021.

“Ketika acara anaknya nikah, ada salah satu pengunjung nge-videokan. Dari video tersebut sehingga viral dan ada juga masih masukan untuk dijadikan tempat wisata,” katanya.

Menghadirkan Suasana Alam yang Menenangkan

Razak menjelaskan bahwa daya tarik utama Alam Ndeso terletak pada panorama Sungai Kapuas yang membentang di belakang kawasan wisata. Menurutnya, suasana alam yang tenang menjadi alasan utama pengunjung datang untuk melepas penat dari kesibukan aktivitas sehari-hari.

“Menurut sudut pandang konsumen, lebih senang melihat sungai Kapuas di belakang, itu yang pertama. Kedua lebih menonjolkan nuansa alamnya karena orang kota udah sibuk, mumet, mereka datang ke sini ingin ketenangan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa sebagian besar pengunjung memilih menikmati waktu di tepian sungai sambil memancing. Nuansa pedesaan yang masih alami menjadi pengalaman berbeda bagi masyarakat perkotaan yang menginginkan Ketenangan.

Fasilitas Terus Dikembangkan

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Alam Ndeso menyediakan berbagai fasilitas, seperti penginapan, pendopo, mushollah, wahana permainan air, area bermain anak (playground), serta sejumlah toilet yang tersebar di beberapa titik kawasan wisata.

Razak menambahkan, bahwa pengelola juga tengah menyiapkan sejumlah pengembangan fasilitas, di antaranya pembangunan kolam renang dan kapal wisata. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan aktivitas bagi pengunjung sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata.

Melayani Beragam Kegiatan Masyarakat

Selain menjadi tempat rekreasi, Alam Ndeso juga menyediakan area yang dapat disewa untuk berbagai kegiatan. Razak menjelaskan bahwa dua bangunan berukuran besar kerap digunakan untuk pertemuan, kegiatan keluarga, hingga pesta pernikahan.

“Di pendopo dua bangunan besar yang menjadi tempat untuk acara dan sifatnya disewakan sesuai dengan permintaan dari konsumen maunya paket apa, kita menyesuaikan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa paket layanan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. “Harga murah seperti paket outbound dan paling mahal tetap di acara wedding. Mengenai harga bervariasi tergantung request dari acara tersebut,” ujarnya.

Untuk kegiatan outbound, pengelola hanya menyediakan lokasi, sementara seluruh pelaksanaan kegiatan ditangani oleh panitia penyelenggara. “Untuk outbond kita tidak menyiapkan IO, tetapi dari panitia yang mengadakan outbond itu sendiri. Kita hanya menyewakan tempat untuk kegiatan tersebut,” ucapnya.

Menjaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengunjung

Razak menyampaikan bahwa harga tiket masuk ke Alam Ndeso relatif terjangkau. “Mengenai biaya masuk untuk anak-anak itu Rp5. 000, usia di bawah 3 tahun free (gratis), dan dewasa Rp10. 000,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengelola menerapkan beberapa aturan demi menjaga kenyamanan bersama. “Peraturan masuk, sama seperti wisata lain yaitu sama-sama tidak boleh bawa makanan dari luar. Untuk yang mau mancing di tepian Kapuas untuk tidak terlalu ekstrem (Terlalu dekat Kapuas atau terlalu turun) mengingat kondisi sungai Kapuas,” ujarnya.

Sementara itu, tempat sampah telah disediakan di berbagai titik untuk mendukung kebersihan lingkungan. “Untuk kebersihannya kita menyiapkan beberapa titik tempat sampah untuk sama-sama menjaga lingkungan yang ada di Wisata ini,” katanya.

Mendorong Pertumbuhan UMKM dan Perekonomian Warga

Keberadaan Alam Ndeso tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pariwisata, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. “Ketika ada wisatawan dari luar ke Alam Ndeso itu ngaruh ke UMKM kami. Mereka kadang beli jagung, rengginang, di sini kan lebih dominan ke pertanian,” ujarnya

Selain itu, sekitar 70 persen tenaga kerja yang bekerja di Alam Ndeso berasal dari lingkungan sekitar. Terdapat empat karyawan tetap dan tenaga lepas saat akhir pekan maupun musim liburan ketika jumlah pengunjung meningkat.

“Karyawan kita mendominasi 70% orang sekitar sini terutama di Sabtu- Minggu jadi kita ada karyawan yang sifatnya tetap 4 orang selebihnya freelance,” ujarnya.

Promosi Digital dan Sentuhan Budaya Jawa

Menurut Razak, promosi Alam Ndeso dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari media sosial, penyediaan konten video, hingga promosi dari mulut ke mulut. “Kami juga memanggil salah satu konten kreator dari timnya Pak Jiwo saya undang ke sini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep wisata yang diusung Alam Ndeso lebih menonjolkan budaya Jawa. Nilai-nilai budaya tersebut dihadirkan dalam suasana setempat sehingga memberikan pengalaman yang khas bagi para pengunjung. “Kami lebih mengangkat kultur budaya Jawa dan menyesuaikan dengan kultur di Rasau terkenal dengan suku Jawa,” katanya.

Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan

Razak mengungkapkan bahwa Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos pernah berkunjung sekaligus memberikan dukungan guna kemajuan Alam Ndeso. “Bupati Kubu Raya, Sujiwo pernah berkunjung memberikan dukungan bahwa di sini harus lebih mengedepankan penghijauan,” ujarnya.

Selain itu, Alam Ndeso juga disambangi sejumlah tokoh dan instansi, termasuk Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman. “Alam Ndeso pernah dikunjungi Menteri UMKM Pak Maman, dari dinas kesehatan, dari Dinas Kementerian Agama se-Kalbar, ada dari Melawi, Ketapang,” ujarnya.

Ke depan, pengelola berharap Alam Ndeso tidak hanya menjadi tujuan wisata masyarakat Rasau Jaya dan Kabupaten Kubu Raya, tetapi juga mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah. “Harapannya kami ingin Alam Ndeso tetap maju supaya bisa membeli, memakai apa yang sudah mereka (masyarakat Rasau ) hasilkan seperti beras, ikan-ikan yang mereka jual,” katanya.

Melalui pengembangan fasilitas, promosi, serta pemanfaatan produk lokal, Alam Ndeso akan tumbuh menjadi destinasi yang manpu memperkenalkan potensi Rasau Jaya lebih luas lagi.

Menjadi Wisata yang Tumbuh Bersama Masyarakat

Alam Ndeso menunjukkan bahwa destinasi wisata tidak hanya diukur dari keindahan alam, melainkan kebermanfaatannya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Melalui kearifan lokal, memberdayakan UMKM, membuka lapangan pekerjaan, serta terus berinovasi, Alam Ndeso menjadi contoh bagaimana pariwisata dapat berkembang secara berkelanjutan.

Alam Ndeso memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai ikon wisata Kabupaten Kubu Raya. Komitmen pengelola menjaga lingkungan, identitas budaya, serta kualitas pelayanan menjadikan Alam Ndeso sebagai destinasi khas pedesaan Kalimantan Barat.

Baca juga: Pokdarwis MMP Rehabilitasi Mangrove Membentuk Daratan menuju Pulau Penibung

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....