Di Balik Prestasi ASEAN Para Games, Sosok Fauzi Jadi Inspirasi
- 30 Jan 2026 16:54 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Nama Fauzi Purwolaksono kembali menjadi perbincangan hangat di dunia olahraga Kalimantan Barat. Satu diantara dari enam atlet disabilitas kebanggaan Kalbar ini sukses membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang kompetisi terbaru pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand , Fauzi berhasil menyapu bersih medali di tiga nomor berbeda, yakni lempar lembing, tolak peluru, dan lempar cakram.
Atlet para atletik Indonesia asal Kubu Raya, Kalimantan Barat, ini sukses mempersembahkan medali emas pada nomor lempar lembing putra (Men’s Javelin F57) di ajang ASEAN Para Games Thailand 2025, Kamis, 22 Januari 2026. Fauzi tampil luar biasa dengan mencatatkan lemparan sejauh 43,77 meter, menjadi yang terbaik di kelasnya sekaligus mempertegas dominasi Indonesia pada cabang para atletik. Capaian ini semakin memperkokoh posisinya sebagai atlet elit setelah berhasil meraih medali emas tiga kali berturut-turut dalam gelaran ASEAN Para Games.
Meraih hasil gemilang, Fauzi menceritakan bahwa perjalanannya tidak selalu mulus. Pada nomor tolak peluru, ia sempat terkendala kondisi kesehatan yang menurun secara tiba-tiba. "Pas mau tanding itu, tiba-tiba badan saya demam dan tenggorokan sakit. Jadi hasilnya kurang maksimal, tapi Alhamdulillah masih bisa menyumbangkan medali perunggu," ungkap Fauzi saat tiba di VIP Bandara Supadio, Kamis, 29 Januari 2026.
Dedikasi Fauzi di dunia atletik ternyata sudah dimulai sejak bangku Sekolah Dasar (SD). Menariknya, ia mengawali karier sebagai atlet non-disabilitas. Namun, sebuah kecelakaan tragis pada tahun 2006 menyebabkan kaki kanannya hancur, yang kemudian menuntunnya menjadi atlet National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kalimantan Barat. Di balik kegemilangannya di podium juara, Fauzi memiliki sisi kehidupan yang kontras. Selama 13 tahun terakhir, ia menyambung hidup sebagai petugas kebersihan di Dinas Kebersihan Kubu Raya. Setiap harinya, ia turun ke jalanan untuk memastikan kebersihan lingkungan.
Hingga saat ini, status kepegawaiannya pun masih sebagai tenaga lepas. Fauzi mengaku sempat terkendala saat ingin mengurus administrasi P3K karena harus menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo dalam waktu yang lama. "Saya di bagian kebersihan, bersihin sampah di jalanan Kubu Raya. Harapan saya, mudah-mudahan pemerintah Kalimantan Barat bisa memperhatikan saya dari segi pekerjaan," tuturnya dengan rendah hati.
Fauzi kini tengah mempersiapkan diri untuk ajang besar berikutnya, yakni Asian Para Games di Nagoya, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober tahun depan. Ia hanya tinggal menunggu panggilan dari pemerintah pusat untuk kembali masuk ke Pelatnas dan menjalani latihan intensif pagi dan sore. Kepada rekan-rekan sesama disabilitas di Kalimantan Barat, Fauzi menitipkan pesan penyemangat agar terus berkarya. "Tetap semangat, raih prestasi, dan jangan pernah malu dengan apa yang ada di diri kita," pungkasnya.
Baca juga: ASEAN Para Games, Atlet Paralimpik Kalbar Borong 16 Medali
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....