Percikan Rezeki Penjahit Rumahan dari Konsumen Penjualan Baju Online
- 12 Mei 2026 13:06 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Di era digital yang serba praktis, kebiasaan masyarakat berbelanja pakaian secara online semakin meningkat. Namun di balik maraknya transaksi tersebut, tersimpan peluang rezeki bagi Tya yang merupakan seorang penjahit rumahan “owner penjahit Tya”. Menurutnya, beberapa konsumen membeli pakaian secara daring harus melakukan penyesuaian ukuran, memperbaiki model, hingga memotong panjang baju agar lebih nyaman dipakai.
Di tengah maraknya penjualan baju secara online, sebagian orang mungkin merasa khawatir usahanya tersaingi. ternyata, dari situlah peluang usaha muncul dan menjadi sumber penghasilan tambahan yang tidak disangka-sangka. Dari jasa permak, percikan rezeki hadir membuka peluang usaha baru bagi para penjahit untuk bertahan di tengah perubahan zaman.
“Ndak merase tersaingi oleh penjualan baju online, malah dapat rejeki jasa memotong pendek baju gamis yang kepanjangan,” ujarnya saat “Teras UMKM” di Pro 4 RRI Pontianak Selasa, 12 Mei 2026.
Menjahit bukan sekadar keterampilan, tetapi menjadi jalan untuk mencari penghasilan dan membantu kehidupan sehari-hari. Sejak tamat sekolah menjahit, kemampuan yang dimiliki terus diasah meski awalnya merasa tidak memiliki bakat khusus di bidang tersebut.
“Saye menjahit untuk cari duit. Sejak tamat sekolah jahit, walaupun bakat tak ade jadi di suroh sekolah SMKK. Cari sekolah yang bise menghasilkan, makenye sekolah SMKK,”ujarnya.
Pilihan masuk sekolah SMKK pun bukan tanpa alasan, melainkan karena ingin menempuh pendidikan yang bisa langsung menghasilkan dan menjadi bekal untuk masa depan. Dari proses belajar itulah, keterampilan menjahit perlahan menjadi peluang usaha yang terus dijalani hingga sekarang.
Menurut Tya, dalam dunia usaha dan pelayanan pelanggan, kejujuran menjadi salah satu hal yang paling penting untuk menjaga kepercayaan. Begitu pula dalam melayani pelanggan, tidak semua keinginan harus langsung dibenarkan tanpa pertimbangan. Jika model atau pilihan pakaian dirasa kurang cocok dan hasilnya tidak akan terlihat bagus, maka perlu disampaikan dengan jujur agar pelanggan mendapatkan hasil terbaik.
“Pelanggan yang banyak maunye kasih pengertian yang jujur bahwa ini tak sesuai dengan dia, kalau dilihat kurang bagus, saya bilang kurang bagus. Kalau modelnya bagus saya bilang bagus untuk pelanggan. Kalau jelek jangan dibilang bagus,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....