Perjalanan Ibu Widayati Bangun Usaha Amplang Tifanny
- 21 Okt 2025 13:37 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Usaha kuliner lokal kembali menunjukkan geliatnya lewat kisah inspiratif Ibu Widayati, pemilik merek Amplang Tifanny. Memulai bisnis sejak tahun 2009 dengan menjual cemilan tradisional carang mas berbahan dasar ubi jalar dan gula merah, Ibu Widayati kini sukses memasarkan produk amplang yang sudah menembus beberapa supermarket dan toko oleh-oleh di Pontianak.
Seiring perjalanan usahanya, Ibu Widayati sempat menambahkan varian produk berupa kerupuk kemplang pada tahun 2012. Namun, kendala biaya bahan baku dan proses produksi yang cukup rumit, terutama saat musim hujan, membuatnya mempertimbangkan ulang strategi bisnisnya.
“Ubi rambat makin mahal, dan kemplang butuh proses pengeringan lama. Kalau musim hujan harus pakai oven sampai 6 jam, hasilnya pun tidak sebagus dijemur langsung,” ujar Widayati saat hadir di acara Mozaik Indonesia di Pro 1 RRI Pontianak pada Senin (20/10/2025) sore.
Keputusan besar pun diambil pada tahun 2017. Berbekal pelatihan dari dinas terkait, ia mulai memproduksi amplang berbahan dasar ikan tenggiri segar. Ciri khas Amplang Tifanny terletak pada warnanya yang putih bersih dan rasa yang gurih alami karena menggunakan bahan ikan segar tanpa pengawet.
Dalam satu kali produksi, Ibu Widayati mengolah sekitar 25 kg ikan tenggiri, yang dikerjakan dalam waktu kurang lebih dua hari. Untuk menjaga kualitas di tengah persaingan ketat produk sejenis, ia selalu memastikan penggunaan bahan baku terbaik.
Kini Amplang Tifanny sedang dalam proses menunggu sertifikasi halal dari LPPOM MUI Kalbar setelah melalui berbagai tahapan pengajuan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Ibu Widayati untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produknya.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, produk Amplang Tifanny tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan 90 gram seharga Rp15.000, hingga kemasan 1 kg dengan harga Rp160.000 untuk grade A dan Rp130.000 untuk grade B.
Ke depannya, Ibu Widayati berencana mencoba mengolah tulang ikan tenggiri jadi kerupuk, supaya tidak ada yang terbuang, serta ingin memiliki showroom sendri.
Kisah perjuangan Ibu Widayati membuktikan bahwa inovasi, kualitas, dan semangat pantang menyerah menjadi kunci sukses dalam mengembangkan usaha kuliner lokal yang berdaya saing tinggi.
Baca juga: Fenty Noverita: UMKM Perempuan Harus Bersaing di Pasar Global
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....