Asistensi Produksi Layanan Digital dan Hilirisasi Komoditas Kratom
- 14 Agt 2025 13:28 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar kegiatan Asistensi Produksi Melalui Layanan Digital dan Hilirisasi Komoditas Kratom, di Hotel Orchardz Gajahmada Kamis (14/8/2025). Hadir pada kegiatan tersebut, Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil, Dr. Ali Alkatiri.
Dalam sambutannya, Ali menyampaikan saat ini Pemerintah telah menetapkan kebijakan hilirisasi sumber daya alam sebagai salah satu Program Prioritas Nasional RPJMN 2024-2029. Hilirisasi dimaksudkan sebagai upaya untuk mengolah bahan baku menjadi setengah jadi atau bahan jadi melalui proses pengolahan menggunakan teknologi proses dan peralatan tertentu.
“Hilirisasi bukan sekedar proses industri, melainkan strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar dan tentunya menciptakan lapangan kerja,“ ungkap Ali.
Usaha skala kecil memainkan peran yang sangat penting dalam struktur ekonomi Indonesia, sudah sepatutnya mereka didorong berperan dalam hilirisasi sumberdaya alam. Ali mengharapkan agar komoditas kratom nantinya bisa dikembangkan untuk nilai tambahnya, seperti yang diketahui untuk saat ini hanya sampai pada proses menjadi tepung.
“Ketika nanti dikembangkan ke proses hilirisasi yang lebih tinggi, maka akan menghasilkan nilai yang lebih tinggi pula, dan ini akan lebih mensejahterakan,“ imbuh Ali.
Menurut Ali, hal itu bisa terlaksana dengan upaya bersama dan kolaborasi dari rekan-rekan, baik Kementerian maupun rekan-rekan yang tergabung dalam usaha kecil. Termasuk pemerintah daerah, yang mana harus menyatukan persepsi dan membuat derap langkah bersama yang terukur sesuai satuan waktu yang disepakati.
Dengan melihat UMKM yang jumlahnya mencapai ribuan dan menghindari gap antara UMKM yang memproduksi bahan baku setengah jadi dan jadi, dengan tuntutan pasar. Maka kondisi ini menurutnya perlu diasistensi. Oleh sebab itu perlu adanya platform digital supaya ada interaksi antara pengusaha UMKM yang butuh dukungan asistensi ini dengan para pakar.
“Di tengah nanti kita akan siapkan mesin Robotic AI dengan kriteria tertentu, yang mana ia akan diarahkan untuk bisa menjawab. Jika di situ selesai maka layanan itu bisa kita katakan sudah memuaskan,“ jelasnya. (Wil)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....