Rupiah Melemah, Gaya Hidup Masyarakat Diprediksi Ikut Berubah

  • 26 Mei 2026 15:31 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Rupiah Melemah
  • Produk Lokal
  • Gaya Hidup

RRI.CO.ID, Pontianak - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat, dinilai berpotensi memengaruhi gaya hidup masyarakat Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada pola konsumsi hingga daya beli masyarakat di berbagai kalangan.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Ibnu Aswat, mengatakan melemahnya rupiah akan membuat harga barang impor dan bahan baku dari luar negeri mengalami kenaikan.

“Ketika nilai tukar rupiah melemah, maka harga barang impor dan bahan baku yang berasal dari luar negeri cenderung meningkat. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga berbagai produk konsumtif, mulai dari barang elektronik, kendaraan, obat-obatan, hingga kebutuhan sehari-hari yang memiliki komponen impor,” ujarnya, saat dihubungi, Senin, 25 Mei 2026.

Menurutnya, dampak pelemahan rupiah akan dirasakan berbeda oleh setiap lapisan masyarakat. Bagi masyarakat kelas menengah ke atas, pelemahan rupiah ini dapat mengurangi minat untuk berwisata ke luar negeri, membeli produk impor, atau bahkan melakukan investasi pada aset luar negeri karena biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih mahal.

Sementara itu, masyarakat kelas menengah ke bawah dinilai lebih merasakan penurunan daya beli akibat kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara bertahap. Ibnu menjelaskan, dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen diperkirakan akan menjadi lebih selektif dalam berbelanja dan mulai mengurangi pengeluaran yang bersifat sekunder maupun tersier.

“Masyarakat kemungkinan akan lebih memilih produk lokal yang harganya relatif lebih terjangkau,” katanya.

Ia juga menilai pelemahan rupiah dapat menjadi momentum untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sekaligus memperkuat sektor usaha lokal. Namun demikian, pengaruh terhadap gaya hidup masyarakat tidak selalu sama di setiap kelompok. Hal itu dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, jenis pekerjaan, serta tingkat ketergantungan individu terhadap produk dan layanan yang berkaitan dengan mata uang asing.

“Stabilitas nilai tukar rupiah bukan hanya isu ekonomi makro, tetapi juga memiliki konsekuensi sosial yang dapat memengaruhi pola hidup dan kesejahteraan masyarakat secara luas,” jelasnya.

Khusus di kota Pontianak, Ibnu melihat pola gaya hidup masyarakat juga akan menentukan seberapa besar dampak yang dirasakan. Menurutnya, masyarakat yang terbiasa menggunakan produk lokal kemungkinan tidak terlalu merasakan dampak secara langsung.

Namun, bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan produk impor atau barang-barang bermerek dari luar negeri, pelemahan rupiah akan sangat berpengaruh karena harga produk akan semakin mahal.

“Bagi masyarakat yang sudah terbiasa dengan produk-produk luar negeri, tentu ini akan sangat berpengaruh karena nilai tukar rupiah yang lemah otomatis membuat harga semakin meningkat,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....