BI–TNI AL Gelar ERB 2026 Jangkau Pulau 3T Kalbar
- 06 Mei 2026 18:13 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun 2026 guna menjaga kedaulatan NKRI.
Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) menjadi wujud komitmen menghadirkan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Sejak 2012 hingga 2025, kegiatan ini telah menjangkau 465 pulau melalui 190 layanan kas keliling.
Pada 2025, ERB mencatat 18 kegiatan dengan jangkauan 90 pulau dan total penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar. Tahun ini, ERB diperluas menjangkau 97 pulau di 19 provinsi, termasuk Kalimantan Barat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Doni Septadijaya, mengatakan pelaksanaan ERB di Kalbar merupakan yang keempat kalinya, berlangsung pada 5–11 Mei 2026.
“Pelaksanaan ERB Kalimantan Barat Tahun 2026 adalah yang keempat dan menyasar lima pulau 3T dengan dukungan KRI Karotang 872,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menambahkan, lima pulau yang menjadi sasaran yakni Pulau Karimata, Pulau Maya, Pulau Cempedak, Pulau Pelapis, dan Pulau Padang Tikar. Pelepasan misi dilakukan pada 5 Mei 2026 oleh Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, dan Laksamana Muda TNI Sawa.
“Rupiah adalah simbol kedaulatan negara yang harus dijaga dan dipastikan ketersediaannya hingga ke wilayah 3T, termasuk daerah perbatasan,” kata Doni.
Pemilihan Kalimantan Barat dilatarbelakangi letaknya yang strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi geografis kepulauan serta keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan utama distribusi uang layak edar di kawasan 3T. Selain itu, rendahnya literasi masyarakat terkait perlakuan terhadap uang juga masih menjadi perhatian, seperti kebiasaan melipat atau merusak uang.
“Masih ditemukan uang tidak layak edar akibat perilaku masyarakat, sehingga edukasi tentang cinta, bangga, dan paham Rupiah menjadi penting,” tambahnya.
Di wilayah perbatasan, penggunaan mata uang asing juga kerap ditemukan, yang berpotensi mengganggu kedaulatan Rupiah. Untuk menjawab tantangan tersebut, sinergi BI dan TNI AL terus diperkuat. Kolaborasi ini dinilai efektif menjaga kedaulatan negara, baik dari sisi pertahanan maupun ekonomi.
“Sinergi ini bukan hanya mendistribusikan uang Rupiah, tetapi juga menjaga kedaulatan NKRI dari sisi ekonomi dan pertahanan,” tegasnya.
Sinergi ini juga mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan 11th Annual Central Banking Award 2024 di London. Selain memastikan distribusi Rupiah, kolaborasi ini turut mendukung efisiensi operasional dan pengurangan emisi karbon melalui pemanfaatan patroli laut TNI AL. Bank Indonesia menegaskan akan terus memperluas layanan kas dan meningkatkan literasi masyarakat tentang Rupiah.
“Melalui sinergi yang inklusif dan berkelanjutan, kami ingin memastikan seluruh masyarakat Indonesia, hingga pelosok, merasakan manfaat kehadiran negara,” pungkas Doni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....