Ekonomi Kalbar Tumbuh 6,14 Persen, Transfer Daerah Sudah Tersalur Rp800 Miliar

  • 12 Mei 2026 17:28 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat merilis perkembangan APBN daerah edisi April 2026. Dalam konferensi pers tersebut, Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen atau menjadi yang tertinggi di regional Kalimantan.

Kepala Kanwil DJPb Kalbar, Rahmat Mulyono mengatakan, penyaluran transfer ke daerah hingga April 2026 terus menunjukkan progres positif. Dari seluruh kabupaten/kota di Kalbar, Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan realisasi penyaluran transfer tertinggi.

“Ketapang sudah tersalur Rp314 miliar, kemudian dana bagi hasil Rp8,77 miliar dan nonfisik Rp52 miliar,” ujarnya saat diwawancarai usai konferensi pers APBN Kalbar pada Senin, 11 Mei 2026.

Selain Ketapang, Kabupaten Sambas juga mencatat penyaluran transfer yang cukup besar. Dana desa di Kabupaten Sambas telah tersalurkan sebesar Rp34,38 miliar, ditambah bantuan operasional satuan pendidikan sebesar Rp54 miliar dan BOK Puskesmas Rp6,51 miliar.

Ia menyebut, secara keseluruhan penyaluran transfer ke daerah di Kalimantan Barat sudah mencapai sekitar Rp800 miliar untuk pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

“Total transfer ke daerah untuk seluruh Provinsi Kalimantan Barat sudah mencapai sekitar Rp800 miliar,” katanya.

Sementara itu, dari sisi realisasi APBD, Kabupaten Ketapang tercatat memiliki pendapatan dan belanja tertinggi. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp421 miliar, sedangkan realisasi belanja sebesar Rp337 miliar.

Di sisi lain, Kabupaten Kubu Raya menjadi daerah dengan surplus APBD tertinggi pada triwulan pertama 2026, yakni mencapai sekitar Rp172 miliar.

Selain memaparkan realisasi transfer daerah, DJPb Kalbar juga menyoroti kondisi ekonomi daerah. Inflasi Kalimantan Barat pada Maret 2026 tercatat sebesar 2,89 persen secara tahunan atau year on year.

Menurutnya, inflasi dipengaruhi sejumlah komoditas seperti tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam, angkutan udara, beras, telur, dan ayam.

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat mencapai 6,14 persen, tertinggi di regional Kalimantan dan masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional,” ucapnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kalbar didorong oleh konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....