Kemandirian dan Ketahanan Ekonomi Keluarga Penunjang Kehidupan Samara

  • 17 Nov 2025 11:02 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Program Mutiara Pagi kembali hadir di Pro 1 RRI Pontianak pada Senin (17/11/2025), dengan mengangkat tema “Kemandirian dan Ketahanan Ekonomi Keluarga sebagai Penunjang Kehidupan Samara.” Menghadirkan narasumber Ustadzah Syamratun Nurjannah, program ini membahas pentingnya peran ekonomi dalam mewujudkan keluarga yang harmonis.

Syamratun menjelaskan bahwa keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah (Samara) adalah keluarga yang menjadi tempat paling aman bagi setiap anggota di dalamnya. Di dalam keluarga tersebut tumbuh kasih sayang, kepedulian, empati, komunikasi yang baik, serta komitmen yang kuat. “Ketika nilai–nilai itu dijalankan, kita akan meraih ridho Allah dan rahmat-Nya akan datang,” ucapnya.

Menurut Syamratun, salah satu aspek penting dalam membangun keluarga Samara adalah ketahanan ekonomi. Keluarga yang stabil secara finansial cenderung berjalan lebih tenang dan damai.

“Kemandirian dan ketahanan ekonomi tidak semata-mata tentang seberapa besar pendapatan, tetapi bagaimana kita mampu mengelola, merencanakan, dan menghadapi risiko dari apa yang kita hasilkan,” katanya.

Ia memaparkan beberapa indikator yang menunjukkan bahwa sebuah keluarga sudah mandiri dan tangguh secara finansial. Pertama, memiliki sumber pendapatan yang halal, stabil, dan produktif. Pendapatan bisa berasal dari suami, istri, atau keduanya, selama dilakukan secara halal dan sesuai kondisi keluarga.

Kedua, mampu mengelola keuangan dengan baik. Setiap bulan harus ada perencanaan anggaran (budgeting). Keluarga juga dianjurkan menyediakan dana cadangan dan memiliki aset yang nilainya terus meningkat.

Ketiga, siap menghadapi keadaan darurat. Secara materi, keluarga wajib memiliki dana darurat minimal untuk 3–6 bulan kebutuhan.

Keempat, tidak terjebak hutang konsumtif. Hutang yang digunakan untuk kebutuhan sekali pakai harus dihindari. Hutang produktif, seperti untuk usaha, masih dapat dipertimbangkan.

Kelima, memiliki etos kerja yang tinggi. Suami maupun istri perlu memiliki semangat bekerja dengan sungguh-sungguh demi keberlangsungan keluarga.

Dan, keenam, kreatif dalam mengatur anggaran, menabung, dan berinvestasi. Pengelolaan uang sehari-hari membutuhkan kreativitas agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi tanpa boros.

Dalam perspektif syariah, kemandirian ekonomi juga menekankan larangan berlebih-lebihan. Mengelola rezeki sesuai kebutuhan, tidak boros, serta menjaga keberkahan pendapatan merupakan bagian dari ketaatan dalam berkehidupan rumah tangga.

Baca juga: Ketahanan Keluarga Dalam Menghadapi Era Digital

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....