Budgeting Keuangan Rumah Tangga
- 10 Nov 2025 12:25 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Mengatur keuangan bukan hanya soal mencatat uang keluar dan uang masuk tapi bagaimana kita bisa hidup lebih tenang dan terencana. Hal inilah yang di bahas saat acara Mutiara pagi edisi Senin (10/11/2025), yang menghadirkan tema “Budgeting Keuangan Rumah Tangga” bersama Narasumber Ustadzah Wulan Wahyu Ningrum.
Ustadzah Wulan membagikan tujuh poin penting untuk mengatur keuangan keluarga secara bijak dan sederhana serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, budgeting itu penting. Tanpa perencanaan, uang bisa habis tanpa terasa. Dengan budgeting, kita tahu dengan jelas mana untuk kebutuhan pokok, tabungan atau kebutuhan pribadi. Tujuannya sederhana, agar pengeluaran tidak lebih besar dari pemasukan sehingga kita masih punya cadangan untuk masa depan.
Kedua, membuat catatan anggaran sederhana. Langkah-langkahnya yaitu mencatat semua penghasilan dan pengeluaran kemudian membaginya kedalam beberapa post pengeluaran mulai dari kebutuhan pokok, tabungan atau investasi, sedekah atau sosial dan hiburan secukupnya.
Ketiga, menabung di awal. Kebanyakan orang menabung menunggu uang sisa, padahal seharusnya bukan sisa. Anggap tabungan sebagai tagihan wajib untuk diri sendiri. Nanti jika sudah terbiasa menabung tidak terasa berat.
Keempat, dana darurat. Dana ini berfungsi menghadapi hal tidak terduga seperti sakit, kehilangan pekerjaan atau kebutuhan mendesak lainnya. Idealnya untuk yang masih lajang, bisa siapkan dana darurat 3x biaya bulanan. Sedangkan yang sudah berumah tangga, 6x biaya bulanan. Simpan di rekening terpisah agar tidak tergoda untuk digunakan pada hal–hal konsumtif.
Kelima, hindari hutang konsumtif. Sebenarnya hutang tidak selalu salah, tapi harus bijak mengunakannya. Hutang produktif misalnya untuk modal usaha bisa memberikan manfaat jangka panjang. Tapi jika hutang untuk beli barang yang belum dibutuhkan justru akan memberatkan.
Keenam, libatkan keluarga. Mengatur keuangan rumah tangga bukan tanggung jawab 1 pihak saja. Idealnya suami dan istri duduk bersama membuat perencanaan keuangan untuk menentukan prioritas bersama.
Ketujuh, evaluasi dan displin. Setiap bulan sempatkan untuk meninjau kembali anggaran kita apakah sudah sesuai rencana atau ada yang mau diperbaiki. Anggaran yang di buat juga harus realistis dan logis. Yang penting konsisten dan mau memperbaiki jika ada kekeliruan. Keuangan yang sehat itu, bukan berarti tanpa kesalahan tapi bagaimana belajar dari pengalaman setiap bulan.
Kuncinya disiplin, realistis dan komitmen. Jika kita bisa mengendalikan keuangan, hidup kita bisa lebih terkendali. Setiap rupiah yang kita kelola dengan baik, akan membawa keberkahan bagi keluarga kita.
Baca juga: Tips Budgeting Ala Anak Kost
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....