Literasi Meningkat, Inklusi Keuangan Syariah Belum Meroket
- 26 Agt 2025 19:25 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan syariah nasional pada 2025 mencapai 43,42 persen, naik dari posisi sebelumnya. Sementara itu, tingkat inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen.
Namun, peningkatan literasi keuangan syariah ini ternyata tidak berbanding lurus dengan peningkatan inklusi keuangannya.
"Berdasarkan hasil survei kami bersama BPS pada tahun 2025, indeks inklusi keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar 13,41 persen, hanya naik 0,53 basis poin dari 12,88 persen di tahun 2024," ujar Aritonang, perwakilan OJK, dalam Press Conference FESyar KTI 2025 di Pontianak, Senin (25/8/2025).
Menurut Ari, hal ini menjadi fenomena tersendiri. Meskipun lebih dari 80 persen penduduk Indonesia beragama Islam, peningkatan pemahaman di sektor jasa keuangan syariah tidak serta-merta meningkatkan inklusi di sektor tersebut.
Ia melanjutkan, berdasarkan kajian yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang bisa dikerjakan bersama-sama melalui FESyar KTI 2025. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang prinsip ekonomi dan keuangan syariah, di mana istilah-istilah berbasis syariah mungkin masih kurang familiar.
"Maka, edukasi dan pendampingan dari pemuka agama, komunitas, sekolah-sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi berbasis Islam sangat penting. Sehingga pemahaman syariah dari segi manfaat ekonomi maupun secara komersial dapat benar-benar dirasakan manfaanya," ujar Ari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....