Pontianak Siap Menjadi Tuan Rumah FESyar KTI 2025

  • 25 Agt 2025 23:34 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Ribuan pengunjung dari berbagai kalangan ditargetkan hadir dalam Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2025 di Pontianak. Para pengunjung tersebut mulai dari pelaku ekonomi, UMKM, akademisi, penggiat ekonomi Syariah hingga masyarakat umum.

Kota Pontianak ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan gawe besar ini yang berlangsung pada 29 Agustus hingga 1 September 2025.

Mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Kawasan Timur Indonesia”, FESyar KTI 2025 menghadirkan beragam agenda mulai dari pameran UMKM se-KTI, seminar, talkshow, training of trainer, kompetisi, business matching, beauty fair, green space, hingga tabligh akbar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi Kalimantan Barat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.

“Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi besar, terutama pada sektor UMKM syariah, produk halal, serta keuangan sosial syariah seperti Zakat, Infaq, Sodaqoh, dan Wakaf (Ziswaf). FESyar KTI 2025 adalah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem tersebut,” ujarnya saat konferensi pers di Pontianak, Senin (25/8/2025).

Doni menjelaskan, FESyar KTI 2025 merupakan bagian dari Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), ajang ekonomi syariah terbesar dunia yang digagas Bank Indonesia.

Berdasarkan data OJK, tingkat literasi keuangan syariah nasional tahun 2025 mencapai 43,42%, sementara inklusi keuangan syariah baru 13,41%. Hal ini menunjukkan ruang yang masih besar untuk edukasi dan pemanfaatan layanan keuangan syariah.

Lebih dari 95% unit usaha di Kalbar merupakan UMKM, mayoritas bergerak di bidang makanan, minuman, fesyen, dan kriya. Namun banyak pelaku usaha yang masih menghadapi kendala sertifikasi halal, keterbatasan akses pembiayaan syariah, serta keterbatasan penetrasi pasar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, FESyar KTI 2025 menghadirkan tiga pilar utama:

1. Penguatan Ekosistem Produk Halal

Menghadirkan pameran produk halal, modest fashion, halal beauty product, halal chef competition, hingga pariwisata ramah muslim. Partisipasi lebih dari 150 UMKM binaan se-KTI diharapkan mampu mempercepat sertifikasi halal, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas akses pasar.

2. Penguatan Keuangan Syariah

Melalui business matching, coaching ekspor, serta Sharia Fair yang menghadirkan mitra strategis seperti BWI, BAZNAS, HIPMI Syariah, dan perbankan syariah. Forum ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan syariah serta mendorong optimalisasi dana ZISWAF bagi pemberdayaan ekonomi umat.

3. Peningkatan Literasi, Inklusi, dan Halal Lifestyle

Melalui seminar, training, hingga kompetisi seperti Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN), konten eksyar, modest fashion competition, serta tabligh akbar bersama Syekh Muhammad Jaber. Sejumlah tokoh nasional seperti Adiwarman A Karim, Dhini Aminarti, dan Jenahara Nasution juga dijadwalkan hadir.

Doni menegaskan, penyelenggaraan FESyar KTI 2025 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga meninggalkan warisan penting berupa ekosistem ekonomi syariah yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.

Ke depan, Bank Indonesia bersama para mitra strategis akan terus melanjutkan agenda paska-FESyar, seperti memperluas sertifikasi halal bagi UMKM, mengembangkan Zona KHAS sebagai model kuliner halal berstandar nasional, mendorong pembiayaan syariah yang lebih inklusif, serta memperbanyak inisiatif literasi publik yang menyasar komunitas pesantren, milenial, dan pelaku usaha syariah.

“Dengan langkah berkelanjutan ini, Kalimantan Barat diharapkan dapat tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia, sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap pencapaian Indonesia sebagai pusat halal dunia,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....