BI Gelar Majelis Huffadz dan Literasi Ekonomi Syariah
- 22 Jun 2025 19:12 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menyelenggarakan kegiatan Majelis Huffadz dan Literasi Ekonomi Syariah. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Pre-Event Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2025 tersebut dilaksanakan di Aula Masjid Ismuhu Yahya, Desa Parit Baru, Kubu Raya, Sabtu (21/6/2025).
Masjid ini dipilih karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah di Kalbar khususnya melalui peran strategis para ustadz dan guru mengaji binaannya.
| Baca juga: Gaya Hidup Cashless di Indonesia |
Acara dibuka secara resmi oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Reinaldy Akbar Ariesha. Dalam sambutannya Reinaldy mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan, melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar). Dalam kerangka besar tersebut, Bank Indonesia menjalankan strategi pengembangan eksyar melalui tiga pilar utama, yaitu: Penguatan ekosistem halal; Penguatan keuangan syariah, serta Penguatan literasi ekonomi syariah.
Pilar terakhir inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan ini, yaitu penguatan literasi ekonomi syariah, dengan tujuan memperluas pemahaman masyarakat terhadap prinsip dan praktik ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya upaya penguatan literasi ini sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatat bahwa tingkat literasi keuangan syariah nasional mencapai 43,42%, sementara tingkat inklusi keuangan syariah baru berada pada angka 13,41%.
"Kesenjangan antara tingkat pemahaman dan pemanfaatan ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran terhadap konsep keuangan syariah meningkat, penggunaannya dalam aktivitas ekonomi masyarakat masih terbatas. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, termasuk melalui peran para ustadz dan guru ngaji sebagai agen literasi ekonomi syariah di komunitasnya masing-masing," jelasnya.
Sebagai arah penguatan jangka menengah, Indonesia telah menetapkan Grand Design Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah yang disusun oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Grand Desain ini merupakan kolaborasi lintas lembaga seperti Kementerian Agama, Bank Indonesia, OJK, pelaku usaha syariah, dan Masyarakat Ekonomi Syariah. Dalam dokumen tersebut, ditetapkan bahwa target literasi keuangan syariah nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 50%, dengan harapan mampu mendorong akselerasi inklusi dan pertumbuhan ekosistem halal yang lebih kuat di seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis dari lembaga syariah di Kalbar, yaitu Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, Baznas Kalbar, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalbar, Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN), Satgas Halal Kalbar, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalbar dan Kubu Raya, Pengasuh dan pimpinan Masjid Ismuhu Yahya, serta 120 guru ngaji dari wilayah Pontianak dan Kubu Raya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....