Harga Daging Ayam Naik Jelang Imlek dan Ramadan
- 28 Jan 2026 22:34 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Harga daging ayam potong di Kalbar naik menjelang Imlek dan Ramadan akibat tingginya permintaan serta stok yang terbatas. Kenaikan harga ayam potong dipicu lonjakan permintaan konsumen dan minimnya pasokan pasar menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Doni Saiful Bahri menjelaskan, harga daging ayam saat ini naik di atas harga eceran rertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Untuk harga daging ayam memang ada kenaikan sedikit dari HET Rp40 ribu per kilogram, sekarang naik di kisaran Rp3.900 sampai Rp4.900 per kilogram,” kata Doni saat diwawancarai RRI di Pontianak, Selasa 27 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, kenaikan harga dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat menjelang HBKN. Selain itu, permintaan juga meningkat dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di sejumlah wilayah.
“Permintaan menjelang Tahun Baru Cina dan menjelang puasa Ramadan sedikit lebih tinggi, ditambah lagi ada permintaan untuk dapur MBG yang juga meningkat,” ujarnya.
Doni menjelaskan, pasokan ayam potong di Kalbar saat ini masih disuplai dari beberapa daerah utama, yakni Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah. “Wilayah suplai ayam potong berasal dari Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, dan juga dari Kabupaten Mempawah,” katanya, menjelaskan.
| Baca juga: NTP Kalbar Menguat Ditopang Karet dan Sawit |
Terkait ketersediaan stok, pihaknya memastikan akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan pasokan tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. “Untuk stok ayam, akan kami cek kembali ketersediaannya lebih lanjut di lapangan,” ucap Doni.
Sebagai langkah antisipasi agar kenaikan harga tidak semakin tinggi, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau bazar murah secara serentak.
“Strategi ke depan, kami akan mengadakan bazar murah atau GPM serentak. Jika memang dirasakan perlu dan mendesak, tidak menutup kemungkinan mendatangkan pasokan dari luar Kalbar,” katanya.
Baca juga: Harga Pangan Kalbar Stabil, Cabai Cenderung Turun
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....