NTP Kalbar Menguat Ditopang Karet dan Sawit
- 06 Jun 2026 15:55 WIB
- Pontianak
RR.CO.ID, Pontianak - Nilai tukar petani (NTP) Kalimantan Barat (Kalbar) pada Mei 2026 tercatat sebesar 178,38, meningkat dibandingkan April 2026. Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan daya tukar petani di tengah dinamika harga komoditas pertanian.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, Muh. Saichudin, menjelaskan bahwa NTP mengalami kenaikan seiring membaiknya indeks harga yang diterima petani. “Pada Mei 2026, NTP Kalbar tercatat sebesar 178,38 atau meningkat dibanding bulan sebelumnya,” ujar Saichudin, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menambahkan, indeks yang diterima petani (It) naik 2,47 persen menjadi 226,79. Sementara itu, indeks yang dibayar petani (Ib) juga mengalami kenaikan 0,49 persen menjadi 127,14.
Menurut Saichudin, kenaikan indeks yang diterima petani terutama didorong oleh komoditas karet, kelapa sawit, gabah, serta lada atau merica. “Komoditas utama yang mendorong kenaikan berasal dari sektor perkebunan dan tanaman pangan seperti karet dan kelapa sawit,” katanya.
Di sisi lain, indeks yang dibayar petani dipengaruhi kenaikan harga kebutuhan rumah tangga seperti bawang merah, ketimun, minyak goreng, dan kacang panjang. Saichudin menjelaskan, peningkatan NTP juga dipengaruhi oleh kenaikan pada tiga subsektor utama pertanian di Kalbar.
“Subsektor tanaman pangan naik 0,93 persen, hortikultura naik 0,68 persen, dan perkebunan rakyat naik 2,30 persen,” katanya.
Dari ketiga subsektor tersebut, perkebunan rakyat mencatat kenaikan tertinggi karena didukung meningkatnya indeks yang diterima petani. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 1,66 persen menjadi 183,91 pada Mei 2026.
“NTUP juga meningkat menjadi 183,91, sejalan dengan naiknya indeks harga yang diterima petani,” ujar Saichudin.
Ia menambahkan, secara umum kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan petani meski masih dipengaruhi kenaikan biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga. Adapun komoditas penyumbang NTUP masih didominasi karet, kelapa sawit, gabah, serta lada atau merica, sedangkan biaya produksi dipengaruhi pupuk urea, pupuk NPK, serta upah tenaga kerja pertanian.
Baca juga: Kolaborasi Hijau Warnai Hari Lingkungan Hidup di Pontianak
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....