Vandalisme di Jantung Kota: Antara Ekspresi Seni dan Keresahan Warga

  • 23 Jan 2026 22:45 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Grafiti merupakan bentuk ekspresi visual menggunakan cat semprot atau alat lainnya pada ruang publik. Namun, ketika dilakukan tanpa izin dan merusak fasilitas umum, grafiti berubah menjadi vandalisme.

Salah seorang warga Pontianak yang merasa resah dengan aksi ini adalah Herfin Yulianto. Ia mencatat sedikitnya 15 coretan di 9 lokasi di Kota Pontianak, mulai dari gardu, halte, hingga tangga penyeberangan yang merupakan fasilitas publik.

Salah satu lokasi yang terdampak berada di kawasan Lapangan PSP Kebun Sayok. Di area ini, dinding dengan relief sejarah kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat tampak dikotori coretan cat. Bagi Herfin, perusakan terhadap karya sejarah ini merupakan puncak dari keresahannya.

"Vandalisme ini kan perusakan, bisa dicoret, bisa dirusak, atau dicuri. Saya sebagai masyarakat melihat coretan seperti ini mengganggu pemandangan kota," kata Herfin saat ditemui RRI di Lapangan PSP, Jumat 23 Januari 2026.

Fenomena vandalisme dipicu berbagai faktor, mulai dari keinginan menunjukkan eksistensi, mencari perhatian, hingga sekadar iseng. Minimnya ruang berekspresi dan lemahnya pengawasan di ruang publik juga turut mendorong pelaku melakukan aksinya.

Herfin mengaku awalnya hanya mengeluhkan masalah ini melalui media sosial pribadinya. Unggahan tersebut memicu beragam pro dan kontra dari masyarakat.

Sayangnya, tidak sedikit netizen yang justru melontarkan komentar negatif. Hal ini membuat Herfin merasa kecewa, menyadari masih ada sebagian masyarakat yang belum teredukasi mengenai pentingnya menjaga fasilitas publik.

"Saya posting di Facebook dan Instagram, ada yang komen menganggap ini adalah bentuk ekspresi karya seni, menganggap ini bagus bahkan sampai ke pesan pribadi. Saya gak papa berkorban untuk menyuarakan ini," kata Herfin meluapkan keresahannya.

Penyediaan ruang seni yang legal dinilai dapat menjadi alternatif agar ekspresi anak muda tidak merusak fasilitas umum. Kesadaran bersama dianggap penting agar ruang publik tetap terjaga dan bisa dinikmati semua kalangan.

Baca juga: Vandalisme Marak di Jalur Utama Pontianak Rusak Pemandangan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....