OJK Dorong Sektor Jasa Keuangan Perkuat Ekonomi Daerah
- 23 Des 2025 15:05 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terus mendorong optimalisasi sektor jasa keuangan untuk memperkuat ekonomi daerah. Fokus utama optimalisasi diarahkan pada dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor unggulan lainnya.
"OJK terus mendorong peningkatan akses pembiayaan dan literasi keuangan guna membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing," ucap Kepala OJK Kalbar, Rochma Hidiyati saat media update di Pontianak, Jumat (19/12/2025) malam.
OJK Provinsi Kalbar melaporkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Kalbar tetap kokoh dan resilien hingga Triwulan III tahun 2025. Meski di tengah dinamika ekonomi regional dan nasional, kinerja industri perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank (IKNB) menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan risiko yang terkendali.
Berdasarkan hasil pengawasan OJK Provinsi Kalbar, kinerja sektor perbankan, pasar modal, dan IKNB posisi Triwulan III Tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan tingkat risiko yang tetap terkendali. Di sisi lain, OJK terus meningkatkan pelaksanaan kegiatan edukasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelindungan konsumen serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala OJK Kalbar, Rochma Hidiyati bersama awak media usai media update di Pontianak (Foto: OJK Kalbar)
Lebih lanjut, Rochma menjelaskan, kinerja perbankan di Provinsi Kalbar posisi Triwulan III Tahun 2025 tetap terjaga dengan baik. Data periode September 2024 hingga September 2025 menunjukkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh stabil. Komposisi DPK masih didominasi oleh: Tabungan: 59,3 persen, Deposito: 25,8 persen, dan Giro: 14,9 persen.
Dari sisi penyaluran kredit, sektor rumah tangga masih menjadi pemegang pangsa pasar terbesar yaitu 43,66 persen. Disusul oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 27,18 persen, serta sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 15,85 persen. Meskipun penyaluran kredit meningkat, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang rendah, yakni di level 2,02 persen secara agregat per September 2025.
Terkait dukungan pada UMKM, OJK mencatat perkembangan yang beragam. Kredit pada segmen usaha kecil mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,87 persen secara tahunan (year-on-year). Namun, segmen usaha mikro dan menengah masih mengalami kontraksi masing-masing sebesar 3,50 persen dan 2,46 persen.
Di sektor IKNB, OJK Kalbar mencatat dinamika yang bervariasi. Pada sektor asuransi umum, kondisi keuangan secara umum masih tergolong sehat dengan rasio klaim terhadap premi sebesar 62,09 persen. Namun, OJK memberikan perhatian khusus pada Kabupaten Melawi karena nilai klaim di wilayah tersebut melampaui premi yang diterima, yakni mencapai 148,92 persen.
Kondisi serupa terjadi pada sektor asuransi jiwa dengan rata-rata rasio klaim sebesar 68,68 persen. Dua daerah tercatat memiliki rasio di atas 100 persen, yaitu Kabupaten Sambas (112,32 persen) dan Kabupaten Sanggau (177,41 persen).
"Angka di daerah-daerah tersebut memerlukan perhatian lebih untuk memastikan keseimbangan antara kewajiban perusahaan dan pendapatan premi tetap terjaga," ujarnya.
Sementara itu, sektor pembiayaan dan pergadaian menunjukkan tren yang cenderung meningkat sejak akhir 2024. Hingga April 2025, total penyaluran pinjaman melalui pergadaian telah menembus angka Rp1,76 triliun. Namun, di sisi lain, penyaluran modal ventura justru menunjukkan perlambatan saat memasuki Triwulan III 2025.
Kesadaran masyarakat Kalbar dalam berinvestasi di pasar modal menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Berdasarkan data per Agustus 2025, jumlah investor yang tercermin dalam Single Investor Identification (SID) tumbuh 23,78 persen secara tahunan, dengan total mencapai 225.077 SID.
Pertumbuhan ini didominasi oleh investor reksa dana yang bertambah sebanyak 39.615 SID, diikuti oleh pertumbuhan investor saham sebanyak 24.663 SID.
"Peningkatan jumlah investor ini mencerminkan semakin tingginya minat dan kesadaran masyarakat Kalbar terhadap produk pasar modal, yang merupakan buah dari masifnya kegiatan literasi dan edukasi keuangan," kata Rochma.
Baca juga: OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....