Wagub Kalbar Dorong Pesantren Jadi Pilar Persatuan Bangsa

  • 14 Des 2025 20:38 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Komitmen memperkuat persatuan, toleransi, serta peran pesantren dalam pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui pelantikan pengurus Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Provinsi Kalbar masa khidmat 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Aula Garuda Kantor Pelayanan Terpadu Kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Kota Pontianak, Minggu (14/12/2025).

Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan serta dihadiri Ketua Umum JKSN Asep Saifuddin Chalim, Ketua JKSN Provinsi Kalbar Jasmin Harris, Anggota DPR RI, unsur DPRD Provinsi Kalbar, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Mengawali sambutannya, Krisantus berharap JKSN menjadi kekuatan moral dan sosial yang memperkaya kehidupan keberagamaan di Kalbar, sekaligus memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Harapan saya, JKSN dapat menjadi kekuatan yang dapat memperkaya ekosistem sosial dan keagamaan di Kalbar. Pesantren dengan tradisi keilmuannya dan keteladanan moralnya telah lama menjadi pondasi penting dalam membangun karakter bangsa,” kata Krisantus.

Wagub mengungkapkan kedekatannya secara personal dengan dunia pesantren, meskipun berlatar belakang agama yang berbeda. Ia juga mengungkapkan bahwa pesantren telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang mandiri dan berkontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Saya memang beragama Katolik, tetapi saya memiliki banyak saudara yang beragama Islam, dan saya juga mengasuh pondok pesantren. Saya tahu betul bagaimana beratnya mengelola pesantren, mulai dari pendidikan, kehidupan santri, hingga pembiayaan yang sebagian besar ditanggung secara mandiri,” ucapnya.

Ia mengakui bahwa pesantren harus mendapat perhatian yang layak dari Pemerintah, mengingat kontribusi pesantren terhadap dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda sangat luar biasa.

“Saya akui kontribusi pesantren dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sangat besar dan harus mendapat perhatian yang layak dari pemerintah,” katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa kondisi pesantren di Kalbar berbeda dengan di Pulau Jawa yang memiliki jumlah santri sangat besar. Meski demikian, pesantren di Kalbar tetap mampu bertahan dan mandiri dengan segala keterbatasan yang ada.

“Di Kalbar, jumlah santri tidak sebanyak di Jawa, namun dengan keterbatasan itu, pesantren masih mampu membiayai pendidikan dan kehidupan santri secara mandiri, ini adalah kekuatan yang harus kita dukung,” ujarnya.

Ke depannya, Wagub memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan perhatian lebih besar kepada pondok pesantren, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi pusat pengembangan pendidikan keagamaan.

“Sebagai Wakil Gubernur, saya berkomitmen untuk terus mendorong agar pondok pesantren di Kalimantan Barat mendapatkan perhatian yang lebih baik dari pemerintah daerah,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menolak segala bentuk konflik yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia sampaikan bahwa Kalbar adalah rumah besar bagi semua.

“Saya cinta damai, sejak kami terpilih, saya selalu sampaikan tidak ada lagi istilah pendatang dan nonpendatang, asli dan tidak asli. Pada hakikatnya kita semua satu keturunan, keturunan Adam dan Hawa,” ujarnya.

Dengan adanya keberagaman suku bangsa, budaya, dan agama adalah anugerah yang harus disyukuri, bukan dijadikan sumber pertentangan. “Kita tidak pernah bisa memilih akan lahir sebagai suku apa, agama apa. Semua itu adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa, maka keberagaman harus kita syukuri sebagai keindahan,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Wagub juga menegaskan sikap tegas pemerintah dalam menjaga kondusifitas daerah. “Ceramah keagamaan apa pun yang sifatnya rohani, saya dukung dan saya lindungi. Saya tidak ingin ada konflik sekecil apa pun di Kalbar. Saya tidak mentoleransi kelompok manapun yang berpotensi memicu konflik,” katanya, mengakhiri.

Ketua Umum JKSN menyampaikan bahwa pesantren sejak masa penjajahan telah menjadi pusat pergerakan dan perjuangan bangsa, serta memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.

“Pentingnya transformasi peran pesantren dalam melahirkan empat pilar bangsa, yakni ulama dan ilmuwan, birokrat yang adil, pelaku usaha yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, serta profesional berkualitas dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua JKSN Provinsi Kalbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar terhadap JKSN Kalbar yang akan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal program pembangunan agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“JKSN Kalbar tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi siap berkomitmen menjadi mitra pemerintah yang transparan, akuntabel, dan profesional demi kemaslahatan masyarakat,” ucapnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pesantren, tokoh agama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, toleransi, serta membangun Kalbar yang damai, harmonis, dan berkeadilan.

Baca juga: Maktab As-Sami, Pesantren yang Hidupkan Harapan Anak Tunarungu

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....