Rapat Pleno PWI Kalbar, Dualisme Tuntas Kepengurusan Disempurnakan
- 02 Nov 2025 16:00 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar rapat pleno di salah satu hotel di Pontianak, Jumat (31/10/2025). Pertemuan itu menjadi ajang evaluasi internal organisasi sekaligus membahas penyelesaian dualisme kepengurusan yang sempat menimbulkan perpecahan di tubuh PWI Kalbar.
Permasalahan tersebut kini telah tuntas setelah Tim Penyelesaian Dualisme PWI Pusat mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 012-PGS/PP-PWI/LXXIX/X/2025 tentang Kepengurusan PWI Kalbar yang sah.
Rapat pleno dipimpin langsung Ketua PWI Kalbar Kundori dan dihadiri oleh Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Pengurus Harian dan Pengurus Kabupaten yang ada di Kalbar. Ketua PWI Kalbar, Kundori, mengatakan rapat pleno merupakan tindak lanjut dari keputusan PWI Pusat yang sebelumnya menyelesaikan persoalan dualisme kepengurusan.
“Alhamdulillah, pada hari ini kami menggelar rapat pleno lengkap untuk menindaklanjuti hasil keputusan PWI Pusat dalam rangka penyelesaian dualisme,” kata Kundori.
Kundori juga menjelaskan rapat pleno ini juga sekaligus menetapkan penyempurnaan struktur organisasi PWI Kalbar. “Sudah kita tetapkan hasil keputusan itu dengan menyusun kepengurusan periode 2024–2029. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama, dan hasil pleno ini akan langsung kami sampaikan kepada tim penyelesaian konflik di PWI Pusat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai tindak lanjut dari keputusan tersebut, pihaknya juga akan mencabut laporan yang sempat dibuat ke Polda Kalbar terkait dualisme organisasi.
“Hari ini kita juga akan langsung ke Polda Kalbar untuk mencabut laporan yang telah kita buat sebelumnya berkaitan dengan permasalahan dualisme. Langkah ini merupakan amanah dari hasil rapat yang dilakukan oleh PWI Pusat sebelumnya,” tuturnya.
Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Kalbar, Salman Busrah, menjelaskan rapat pleno kali ini membahas dua agenda utama, yakni penyatuan dua kubu yang sempat berselisih serta pembaruan struktur kepengurusan.
“Yang pertama dalam pembahasan rapat pleno ini adalah soal hasil keputusan yang dilakukan oleh PWI Pusat untuk melakukan penyatuan antara dua kubu yang sempat bermasalah dalam kepengurusan PWI Kalbar,” ujar Salman.
Salman menegaskan, seluruh hasil rapat pleno akan dilaporkan ke PWI Pusat sebagai bukti pelaksanaan kegiatan di daerah.
“Apapun yang diputuskan hari ini semuanya bertujuan untuk saling merangkul antara dua kubu yang sempat berselisih tersebut. Kalau seandainya mereka ingin bergabung, dipersilakan untuk ikut sesuai prosedur yang berlaku,” ucapnya.
Selain membahas rekonsiliasi, rapat juga menyoroti perubahan nama dalam susunan kepengurusan baru. “Kedua adalah dalam perubahan susunan kepengurusan PWI Kalbar yang dipimpin oleh Kundori, di mana sebelumnya mungkin ada beberapa perubahan,” kata Salman.
Ia memastikan, di bawah kepemimpinan Kundori, PWI Kalbar akan semakin terbuka dan mengakomodir siapa pun yang ingin bergabung sesuai ketentuan organisasi.
“Kami pastikan bahwa nantinya akan mengakomodir semua, dan hal ini sudah dibahas sebelumnya. Semoga PWI Kalbar semakin solid,” katanya.
Langkah ini menjadi bagian dari tindak lanjut keputusan PWI Pusat pada 16 Oktober 2025 lalu, sebagai upaya menuntaskan dualisme yang sempat terjadi di tubuh PWI Kalbar dan memperkuat soliditas organisasi di tingkat daerah.
Baca juga: Puluhan Wartawan Ikuti OKK PWI Kalbar
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....