Seniman Tundang Meriahkan Hari Radio Ke-80 RRI Pontianak

  • 11 Sep 2025 16:34 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Peringatan Hari Radio ke-80 di RRI Pontianak, Kamis (11/9/2025), dimeriahkan dengan penampilan seniman tundang, Muhammad Shabirin atau akrab disapa Ibenk. Di hadapan para angkasawan-angkasawati dan tamu undangan, Ibenk tampil membawakan tundang yang telah ditekuninya sejak kecil.

Usai acara, Ibenk berbagi kisah perjalanannya dalam melestarikan seni tundang. Baginya, tundang bukan sekadar hiburan, melainkan panggilan jiwa untuk melestarikan tradisi.

Kecintaannya pada tundang berawal dari perkenalan dengan sang pencipta seni tersebut, Eddy Ibrahim, yang tak lain adalah anggota keluarganya. Dari sanalah kecintaannya tumbuh, berawal dari memainkan alat musik hingga akhirnya mencoba melantunkan syair.

“Awalnya belajar gendang dulu, lalu ingin lebih jauh lagi dengan membuat syair. Nah, membuat syair itu yang menantang,” katanya.

Menurut Ibenk, sering kali masyarakat salah kaprah dengan menyebut tundang sebagai pantun berdendang. Padahal, ia menjelaskan, sejarahnya bermula dari kombinasi pantun dan gendang, yang kemudian berkembang menjadi syair-tundang dengan iringan musik perkusi.

Keunikan tundang terletak pada instrumen utamanya, yaitu gendang, yang menurutnya menjadi "roh" dari tundang itu sendiri. Ibenk bahkan mengingatkan agar tidak mencampur tundang dengan alat musik modern seperti gitar atau keyboard, karena berisiko menghilangkan ciri khasnya.

Lebih dari sekadar seni pertunjukan, tundang juga berfungsi sebagai media komunikasi. Syair yang dibawakan dapat berisi kritik sosial, nasihat, hingga pesan moral yang disampaikan secara elegan.

“Dengan cara seperti ini, pesan bisa sampai dengan elegan tanpa menyinggung,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Ibenk berharap generasi muda mau lebih mendalami tundang. Ia menekankan pentingnya memahami sejarah, pencipta, dan aturan mainnya sebelum tampil.

“Kalau ingin bertundang silakan, justru lebih baik bila kita memasyarakatkan syair dan pantun di dalamnya,” katanya, mengakhiri.

Penulis: Antonio Januardi/Mahasiswa PKL FISIP Universitas Tanjungpura

Baca juga: Hari Radio Ke-80, RRI Pontianak Amplifikasi Berbagai Platform

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....