Makna Ibadah Bukan Sekadar Salat dan Puasa: “Semua Aktivitas Bisa Bernilai Ibadah”

  • 14 Mei 2026 22:02 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pemahaman tentang ibadah dalam Islam tidak hanya terbatas pada salat, puasa, zakat, dan haji. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadzah Hj. Kartini, M.Ag dalam program Mutiara Pagi di Radio Republik Indonesia Pro 1 Pontianak, Selasa, 12 Mei 2026, yang mengangkat tema “Makna Ibadah yang Sebenarnya”.

Dalam tausiyahnya, Ustadzah Kartini menjelaskan bahwa ibadah memiliki makna yang sangat luas dan mencakup seluruh aktivitas manusia selama diniatkan karena Allah SWT.

“Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridai Allah, baik berupa ucapan maupun perbuatan lahir dan batin. Jadi bukan hanya ritual keagamaan saja,” ujar Ustazah Kartini.

Ia mengutip pendapat ulama Ibnu Taimiyah yang menyebut bahwa seluruh aktivitas manusia, mulai dari bekerja, belajar, membantu sesama, hingga tersenyum dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas.

“Kalau diniatkan karena Allah, maka semua aktivitas kita dari A sampai Z bisa bernilai ibadah,” jelasnya.

Menurutnya, inti utama dari ibadah adalah keikhlasan. Ia menegaskan bahwa amal sebesar apa pun tidak akan bernilai tanpa niat yang tulus karena Allah SWT.

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. Kalau kita berharap pujian manusia, kita akan lelah. Tapi kalau karena Allah, hati akan terasa tenang,” katanya.

Selain ikhlas, ibadah juga harus dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan ibadah berdasarkan keinginan sendiri tanpa dasar syariat.

Dalam sesi interaktif, Ustadzah Kartini juga menjawab berbagai pertanyaan pendengar terkait konsistensi ibadah, rasa iri, hingga fenomena memamerkan ibadah di media sosial.

Menanggapi pertanyaan tentang orang yang rajin beribadah namun akhlaknya kurang baik, ia mengatakan bahwa ibadah yang benar seharusnya berdampak pada perilaku sehari-hari.

“Kalau salat dilakukan dengan benar dan ikhlas, insyaallah akan berpengaruh pada akhlak. Orang akan lebih menjaga sikap dan hubungannya dengan sesama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hati dari sifat iri dan dengki terhadap kehidupan orang lain yang terlihat sempurna di media sosial.

“Yang harus kita latih adalah husnuzan kepada Allah. Semua yang terjadi adalah ujian, baik kekurangan maupun kelebihan,” tutur Ustazah Kartini.

Menurutnya, salah satu cara menjaga hati tetap tenang adalah dengan memperbanyak zikir dan doa.

“Minimal biasakan dua zikir ini, astagfirullah dan alhamdulillah. Karena setiap hari pasti ada dosa dan setiap detik juga ada nikmat Allah yang harus disyukuri,” katanya.

Di akhir tausiyahnya, Ustadzah Kartini mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki niat dalam beribadah dan selalu mengingat Allah dalam setiap kondisi kehidupan.

“Ketika diberi nikmat, bersyukurlah. Ketika diberi ujian, bersabarlah. Semua yang terjadi dalam hidup ini atas izin Allah,” pungkasnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....