Potensi Garam di Paloh Sangat Menjanjikan, Terlebih di Kawasan Perbatasan

  • 24 Apr 2026 22:08 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Potensi Garam
  • Ekonomi perbatasan
  • Paloh

RRI.CO.ID, Sambas – Potensi produksi garam di wilayah perbatasan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dinilai sangat menjanjikan untuk mendorong perekonomian masyarakat pesisir. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) Kampak Indah, Nedi Junaidi.

Menurut Nedi, pengembangan garam lokal memberikan keyakinan besar bagi masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan. “Potensinya sangat meyakinkan bagi masyarakat di wilayah perbatasan,” ujarnya, saat ditemui di sela – sela aktivitasnya di Sambas, Kamis, 23 April 2026.

Ia menjelaskan, awal mula produksi garam di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas itu, bermula dari permintaan lokasi untuk percobaan pembuatan garam. Setelah masyarakat setempat menyatakan kesiapan, program tersebut kemudian mendapat dukungan bantuan hingga terus berjalan sampai sekarang.

Saat ini, lanjutnya, fasilitas produksi garam di KUGAR Kampak Indah telah mendapat bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebanyak 20 unit Tunnel atau teknologi rumah kaca berbentuk lorong untuk memproduksi garam. Fasilitas tersebut terdiri dari tiga penampung air, dua untuk air laut, dan satu untuk air tua serta 17 tunnel garam.

Nedi mengungkapkan, kualitas garam yang dihasilkan cukup baik karena kondisi geografis wilayah yang berbatasan langsung dengan perairan Natuna. Kandungan air laut dinilai mendukung produksi garam berkualitas.

“Alhamdulillah, air laut di sini sangat mendukung sehingga kita bisa menghasilkan garam yang baik,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa dukungan pemerintah masih sangat dibutuhkan untuk mengembangkan potensi tersebut. Menurutnya, belum seluruh masyarakat pesisir mendapatkan manfaat dari program yang ada.

“Kami sangat berharap pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dapat memberikan perhatian lebih untuk mengembangkan potensi ini demi meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Nedi.

Garam yang diproduksi saat ini banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan lokal, seperti pengolahan ubur-ubur dan ikan asin. Sebelum adanya produksi garam lokal, masyarakat harus mendatangkan pasokan dari Pontianak bahkan dari negara tetangga.

Dari sisi permintaan pasar, Nedi menyebut kebutuhan garam di wilayah tersebut tergolong sangat pesat. Untuk sektor pengolahan ubur-ubur saja, satu kilang dapat membutuhkan hingga 80 ton garam. Di Kecamatan Paloh, khususnya di Kampak dan Dusun Cermai Desa Sebubus, terdapat sekitar 24 kilang, sementara di Desa Temajuk terdapat sekitar 24 kilang.

“Kalau dihitung, kebutuhan garam sangat besar, sementara produksi kita masih minim,” ujarnya.

Saat ini, produksi garam lokal mencapai sekitar 10 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Harga jual garam berkisar antara Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram. Dalam satu bulan, produksi maksimal dari enam meja garam mencapai 6 hingga 7 ton.

Ia menargetkan ke depan, Kugar Kampak Indah akan mengembangkan produksi garam konsumsi agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih luas, khususnya di Kabupaten Sambas. “Kami berharap ada dukungan agar ke depan bisa memproduksi garam konsumsi untuk masyarakat lokal,” kata Nedi mengakhiri penjelasannya.

Baca juga: Kementerian Dorong Pengembangan Industri Garam di Paloh, menuju Swasembada Garam

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....