Kementerian Dorong Pengembangan Industri Garam di Paloh, menuju Swasembada Garam
- 24 Apr 2026 13:39 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Swasembada Garam
- Paloh
- Sambas
RRI.CO.ID, Sambas – Rombongan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia (Kemenko Infra RI) melakukan kunjungan dan peninjauan ke lapangan secara komprehensif lokasi industri garam, di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kamis, 23 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pengembangan sektor garam di wilayah pesisir dan perbatasan Kalimantan Barat sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Asisten Deputi Kepulauan Pesisir Daerah 3T, Kemenko Infra, Gunardi Kusumah, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait pengembangan wilayah, termasuk sektor kelautan. Menurutnya, garam menjadi salah satu potensi unggulan yang dapat dikembangkan di wilayah perbatasan. Ia mengatakan, pemerintah juga tentu mendorong terkait swasembada garam.
“Saat ini garam kita masih impor. Tentunya upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama kelompok masyarakat menjadi hal yang menarik dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” ujarnya, usai meninjau lokasi produksi garam Kelompok Usaha Garam Rakyat Kampak Indah.
Gunardi menambahkan, produksi garam yang ada saat ini masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan lokal, terutama untuk mendukung kegiatan budidaya. Namun, ia melihat adanya potensi wilayah Sambas yang merupakan daerah perbatasan dan memiliki peluang besar untuk meningkatkan skala produksi, mengingat posisi strategis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Harapannya, garam juga akan menjadi hal yang positif yang dapat dikembangkan untuk perdagangan di lintas negara, bukan hanya di lokal,” kata Gunardi.
Terkait peluang Kalimantan Barat masuk dalam program swasembada garam nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 17 tentang Swasembada Garam, Gunardi menyebut pihaknya akan terus memantau perkembangan potensi di daerah.
“Kami akan melakukan koordinasi dan komunikasi secara berkala. Sehingga pada waktunya kami harapkan, Sambas ini juga dapat masuk ke dalam prioritas nasional terkait swasembada garam,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan usaha garam rakyat.
Ia mengatakan, pihaknya terus mendorong kelompok usaha garam agar berkembang dan mampu menghasilkan produk yang mendukung industri pengolahan kelautan dan perikanan di daerah.
“Kami berharap melalui kunjungan kerja dan kolaborasi ini, Kalimantan Barat mendapat perhatian khusus, terutama dalam mendukung swasembada garam nasional,” ujar Natalia.
Ia menambahkan, melalui kunjungan dan kolaborasi tersebut dapat meningkatkan sinergi, yang mana garam sangat dibutukan sekali dalam pengolahan hasil produk kelautan dan perikanan di provinsi Kalimantan Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....