Budaya Flexing di Media Sosial: antara Ekspresi Diri dan Gaya Hidup
- 19 Agt 2026 16:05 WIB
- Pontianak
Media sosial kini menjadi ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan diri. Salah satunya adalah flexing, yaitu menunjukkan pencapaian, barang bermerek, liburan, hingga gaya hidup melalui unggahan di media sosial.
Bagi sebagian anak muda, flexing dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap diri sendiri. Membagikan keberhasilan atau pengalaman menyenangkan merupakan cara untuk memotivasi orang lain sekaligus membangun citra diri di dunia digital.
Namun, kebiasaan tersebut juga dapat mendorong gaya hidup konsumtif. Keinginan terlihat sukses dan mengikuti tren terkadang membuat seseorang membeli barang bukan karena kebutuhan, melainkan demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan sosial.
Di sisi lain, media sosial sering menampilkan kehidupan yang terlihat sempurna. Kondisi ini dapat memicu perbandingan sosial, terutama ketika seseorang merasa kehidupannya tidak semenarik unggahan orang lain. Namun, apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan kehidupan secara keseluruhan.
Pada akhirnya, menampilkan pencapaian di media sosial bukanlah sesuatu yang salah. Namun, ekspresi diri sebaiknya tetap disertai kesadaran dan sikap bijak.
Media sosial dipandang sebagai dua sisi mata uang dimana satu sisi memberikan nilai positif sementara sisi lainnya bernilai sebaliknya. Anak muda dapat menggunakan media sosial untuk berbagi inspirasi tanpa menjadikan pengakuan orang lain sebagai ukuran kebahagiaan dan kesuksesan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....