Masjid Saiful Islam Jalan Tabrani Ahmad, Terus Berkembang, Tampung Seribu Jemaah
- 31 Jul 2026 14:56 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Masjid Saiful Islam menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan yang terus berkembang di Kota Pontianak. Berawal dari sebuah masjid sederhana yang dibangun di atas tanah wakaf, kini masjid berlantai dua tersebut mampu menampung sekitar 1.000 jemaah dan menjadi pusat berbagai kegiatan pembinaan ummat.
Pengurus masjid Saiful Islam, H. M. Nursahid, menjelaskan bahwa masjid tersebut berdiri sekitar tahun 1995 di atas tanah wakaf yang diberikan oleh Ibu Umi Kalsum. Pada awal pembangunannya, bangunan masjid masih sangat sederhana dan telah mengalami beberapa kali renovasi hingga menjadi seperti sekarang.
"Masjid Saiful Islam itu kalau menurut yang saya ketahui sekitar tahun 1995 didirikan. Ini merupakan tanah wakaf dari Ibu Umi Kalsum. Awalnya hanya seperti surau kecil, kemudian diperbesar dan sudah beberapa kali direnovasi sampai menjadi seperti sekarang," ujarnya
Nursahid juga mengungkapkan perjalanan kepengurusan masjid yang telah dipimpin oleh beberapa tokoh. Mulai dari almarhum Syarif Ishar, kemudian H. Rajani, H. Dadiyono, dilanjutkan Dr. Razak yang kemudian mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Saat ini kepengurusan masjid dipimpin oleh Dr. H. Musmulyadi, M.Pd.
| Baca juga: Ribuan Peserta Pawai Taaruf Sambut Ramadan |
Menurutnya, perkembangan fisik masjid sejalan dengan peningkatan aktivitas keagamaan yang terus dilakukan untuk masyarakat.
"Sudah beberapa kali dilakukan pembesaran dan renovasi hingga akhirnya menjadi Masjid Saiful Islam seperti yang ada sekarang," katanya.
Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Saiful Islam juga aktif melaksanakan berbagai program pembinaan umat. Kegiatan tersebut meliputi majelis taklim bagi kaum laki-laki dan perempuan, tadarus Al-Qur'an, pengajian rutin, kajian subuh, kajian malam, program Jumat Berkah, hingga pembelajaran tahsin Al-Qur'an.
Nursahid mengatakan, majelis taklim ibu-ibu menjadi salah satu program yang paling aktif.
"Selain pembinaan melalui majelis taklim laki-laki, ada juga majelis taklim ibu-ibu yang dipimpin Ibu Hj. Eni Kurniati. Saat ini aktivitasnya sangat aktif bahkan akan tampil di TVRI Kalbar," jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan masyarakat.
"Program-program kegiatan cukup banyak, mulai dari tadarusan, pengajian rutin, Jumat Berkah, kajian subuh, kajian malam sampai tahsin yang dilaksanakan pada waktu subuh maupun malam hari," ujarnya.
Dengan bangunan dua lantai, Masjid Saiful Islam kini memiliki kapasitas sekitar seribu jemaah.
"Kalau dua lantai ini kurang lebih seribu jemaah bisa tertampung. Saat salat Jumat atau hari raya, jemaah bahkan sampai meluber ke luar area masjid," katanya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Saiful Islam, H. Kadri Has menjelaskan bahwa Yayasan Saiful Islam dibentuk beberapa tahun setelah masjid berdiri. Yayasan memiliki tugas mengelola aset dan kegiatan yang berada di bawah naungannya.
"Kami dari yayasan membawahi masjid, pengelolaan wakaf, tanah wakaf, dan pemakaman. Untuk program-program masjid secara teknis menjadi kewenangan pengurus masjid," jelasnya.
Ia juga mengingat kembali kondisi awal pembangunan masjid yang sangat sederhana.
"Masjid dulu memang sederhana. Lantainya pun masih ditimbun tanah. Sekarang alhamdulillah sudah mengalami tiga kali pembangunan dan rehabilitasi," pungkasnya.
Perkembangan Masjid Saiful Islam diharapkan terus menjadi pusat ibadah, pendidikan Islam, dan pemberdayaan masyarakat, seiring meningkatnya partisipasi jamaah dalam berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....