Masjid Jami' At-Taqwa, Dari Mushala Jadi Ikon Ibadah
- 17 Apr 2026 13:15 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Masjid Jami' At-Taqwa yang terletak di kawasan Siantan Tengah, Pontianak Utara, memiliki sejarah panjang dalam perjalanan syiar Islam di tengah masyarakat. Berdiri dari sebuah mushala sederhana, kini masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan yang ramai dan terus berkembang.
Salah satu pengurus masjid sekaligus tokoh masyarakat Siantan Tengah, H. Fauzie, menjelaskan, awal mula Masjid Jami' At-Taqwa berangkat dari sebuah mushala yang dikenal dengan nama Mushala Parit pekong sekitar tahun 1963. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, mushala tersebut kemudian dikembangkan menjadi masjid pada tahun 1971.
“Dulu ini hanya mushala kecil, namanya Mushala Parit Pekong. Kemudian pada tahun 1971, atas saran Habib Soleh Al-Hadad, dibangun menjadi masjid,” ujar nya.
Namun, proses pembangunan tidak berjalan mulus. Saat itu sempat muncul perdebatan di tengah masyarakat karena lokasi masjid dianggap terlalu dekat dengan masjid lain.
“Sempat terjadi pro kontra karena jumlah penduduk masih sedikit dan jaraknya dianggap terlalu dekat dengan masjid lain. Tapi setelah musyawarah dengan para ulama dan habib, akhirnya disepakati untuk tetap dibangun,” jelas Fauzie.
Nama Masjid Jami' At-Taqwa sendiri merupakan hasil kesepakatan para tokoh dan sesepuh setempat. Seiring waktu, masjid ini mengalami tiga kali renovasi besar, yakni pada tahun 1982, 1996, dan terakhir pada tahun 2014.
“Perubahan pertama sekitar tahun 1982, kemudian 1996, dan terakhir 2014. Sekarang sudah dua lantai karena jemaah terus bertambah,” tambahnya.
Dengan luas sekitar 527 meter persegi, masjid ini kini mampu menampung lebih dari seribu jemaah. Selain itu, di area samping masjid juga terdapat pemakaman khusus bagi para tokoh dan pendahulu yang berjasa dalam pembangunan masjid.
Masjid Jami' At-Taqwa juga dikenal masyarakat dengan sebutan “Masjid Pekong” karena letaknya yang berada tepat di depan klenteng (Pekong/Melayu, Red-). Sebutan ini sudah melekat sejak lama di kalangan warga.
Dalam aktivitasnya, masjid ini memiliki berbagai kegiatan rutin keagamaan, seperti pengajian setiap malam Jumat dan hari Ahad. Pengurus juga berupaya melibatkan anak-anak agar dekat dengan masjid, meskipun tetap diatur agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah.
“Kami memang pisahkan anak-anak saat salat Jumat supaya tidak mengganggu. Tapi tetap kita rangkul, bahkan setiap Jumat kami siapkan nasi bungkus khusus untuk mereka, sekitar 150 porsi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, bentuk apresiasi juga diberikan kepada para marbut dan petugas masjid. Pengurus secara swadaya memberangkatkan mereka untuk menunaikan ibadah umrah.
“Alhamdulillah, sudah dua orang yang kami berangkatkan umrah, dan tahun ini insyaallah satu lagi. Ini bentuk penghargaan kami kepada mereka yang berkhidmat di masjid, dan dananya dari patungan pengurus, bukan kas masjid,” tuturnya.
Dengan sejarah panjang dan kegiatan yang terus berjalan, Masjid Jami' At-Taqwa kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan kebersamaan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....