Lewat Konten Kreatif, Bujang Dara Gawai Kalbar Ingin Budaya Makin Dekat Anak Muda

  • 11 Jul 2026 07:49 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus mempromosikan budaya daerah di era digital. Melalui media sosial, budaya lokal dapat dikemas lebih kreatif agar semakin dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan anak muda. Hal tersebut disampaikan Bujang Gawai Kalimantan Barat 2026, Isacc Newton, dan Pendamping II Dara Gawai Kalimantan Barat 2026, Grasia Astri, saat menjadi narasumber dalam dialog NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) Rabu, 8 Juli 2026.

Isacc mengatakan, sebagai generasi muda Dayak, rasa bangga terhadap identitas budaya harus menjadi langkah awal sebelum memperkenalkannya kepada masyarakat luas. Menurutnya, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengemas budaya dengan pendekatan yang lebih dekat dengan anak muda.

"Sebagai anak muda suku Dayak, pertama harus bangga dengan sukunya sendiri. Apalagi sebagai anak muda harus berusaha belajar bagaimana cara mengiklankan budaya lewat pendekatan yang dekat dengan anak muda, misalnya dengan media sosial," ujar Isacc.

Ia menambahkan, konten kreatif dapat menjadi jembatan agar budaya terasa lebih dekat dan mudah dipahami. Salah satu bentuk promosi yang ingin terus ia lakukan ialah memperkenalkan kekayaan budaya Dayak, mulai dari keindahan alam seperti Sungai Utik hingga penggunaan kain tenun yang dipadukan dengan gaya busana anak muda.

Sementara itu, Grasia Astri menilai bahwa gelar Bujang dan Dara Gawai bukan sekadar simbol atau mahkota, melainkan amanah untuk mengajak generasi muda mencintai serta melestarikan budaya daerah.

"Bukan hanya sekadar peran atau mahkota, tapi bagaimana cara kita mengajak generasi muda untuk melestarikan dan mempromosikan budaya yang ada. Kita sebagai generasi muda harus mencintai dan bangga akan budaya kita sendiri," kata Astri.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga membagikan perjalanan mereka hingga berhasil meraih gelar di ajang Bujang Dara Gawai Kalimantan Barat 2026. Isacc mengaku baru pertama kali mengikuti ajang pageant setelah mendapat ajakan dari rekannya di Sanggar Sape. Sementara Astri melanjutkan langkahnya dari ajang Bujang Dara Kapuas Hulu hingga dipercaya menjadi wakil di tingkat provinsi.

Menurut Astri, tantangan terbesar saat ini bukan hanya menjalani proses seleksi selama 10 hari, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap budaya daerah di tengah derasnya pengaruh budaya luar. Karena itu, ia dan Isacc aktif memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk memperkenalkan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat yang lebih luas.

Menutup dialog, Isacc mengajak generasi muda untuk terus mempelajari budaya sebagai bagian dari identitas diri."Berbanggalah terhadap budaya sendiri, jangan pernah berhenti untuk mempelajari dan mendalami budaya kalian. Jadikan budaya sebagai pedoman dan identitas dalam bergaul di tengah perbedaan dan maraknya budaya luar yang masuk ke kita," ucap Isacc.

Baca juga: Sarat Makna dan Tradisi, Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Dayak Kanayatn

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....