Bahasa Daerah sebagai Identitas dan Warisan Budaya

  • 05 Jun 2026 20:49 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - RRI Pro 2 Pontianak kembali menghadirkan acara NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) yaitu siaran edukatif dan inspiratif bagi generasi muda. Program acara kali ini mengangkat tema “Bahasa Daerah sebagai Identitas dan Warisan Budaya” yang berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026.

Menghadirkan Ahmad Dany Novaldi (Dany) dan Laudza Bilqis Amirah (Laudza) sebagai Duta Bahasa Kalimantan Barat 2026, mereka mengajak anak muda sebagai pendengar untuk memahami pentingnya bahasa daerah sebagai identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi cerminan sejarah, nilai-nilai, serta karakter suatu masyarakat.

Dany menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan arus globalisasi membuat generasi muda semakin akrab dengan bahasa nasional maupun bahasa asing. Namun, kondisi tersebut bukan berarti membuat bahasa daerah ditinggalkan. Menurutnya, penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya yang dimiliki setiap daerah.

Sementara itu, Laudza menekankan bahwa bahasa daerah merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat. Ketika sebuah bahasa tidak lagi digunakan oleh generasi penerus, maka banyak nilai budaya, cerita rakyat, hingga pengetahuan lokal yang berpotensi ikut hilang. Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, komunitas, dan media sangat diperlukan dalam menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa daerah.

Obrolan interaktif ini juga membahas bagaimana generasi muda dapat berkontribusi dalam pelestarian bahasa daerah melalui media sosial, konten digital, karya sastra, musik, hingga kegiatan komunitas. Pendekatan yang kreatif dan mengikuti perkembangan zaman dinilai menjadi langkah efektif untuk memperkenalkan bahasa daerah kepada generasi muda tanpa terkesan kuno atau membosankan.

Pada segmen akhir, Dany berharap anak muda perlu beradaptasi dengan kebudayaan lain dengan tidak melupakan bahasa dan budaya daerah sendiri.

"Anak muda harus bisa beradaptasi dengan budaya lain dan harus menguasai berbahagai bahasa, karena bahasa merupakan jalan untuk kita masuk ke dunia luar. Ketika kita ingin memberikan dampak secara global, bahasa adalah pintunya, tapi kembali lagi yang tetap kita perlu lakukan yaitu dengan menjaga, melestarikan budaya serta bahasa kita sendiri," kata Dany.

Baca juga: Wacana Bahasa Prancis Sekolah Disambut Pro dan Kontra

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....