Cara Tradisional Masyarakat Kampung Zaman Dulu Mencari Ikan

  • 20 Mei 2026 09:09 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di era modern, menangkap ikan kerap dikaitkan dengan alat-alat canggih seperti jaring pukat harimau hingga pendeteksi elektronik (sonar). Namun, masyarakat di perkampungan jaman dulu memiliki cara tersendiri yang sarat akan nilai kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil sungai dan rawa.

Cara-cara tradisional ini tidak hanya mengandalkan keterampilan fisik, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap sifat alam. Selain ramah lingkungan, metode jaman dulu terbukti menjaga kelestarian ekosistem air.

Berikut adalah beberapa cara tradisional masyarakat kampung jaman dulu saat mencari ikan:

1. Memasang Bubu dari Bambu

Bubu merupakan alat perangkap ikan ikonik yang terbuat dari anyaman bambu. Alat ini bekerja dengan prinsip satu arah; ikan mudah masuk melalui lubang mengerucut di bagian depan, namun mustahil untuk keluar kembali. Masyarakat jaman dulu biasanya memasang bubu di aliran air sungai kecil atau di antara semak rawa pada sore hari, lalu mengambil hasilnya keesokan pagi.

2. Menangkap dengan Tangan Kosong (Merogo)

Merogo atau menggogo adalah teknik menangkap ikan paling alami tanpa bantuan alat apa pun. Metode ini dilakukan saat debit air sungai atau sawah sedang surut. Warga kampung akan meraba-raba lubang di pinggiran lumpur atau di bawah akar-akar pohon tempat ikan bersembunyi. Teknik ini membutuhkan kepekaan tangan untuk membedakan tekstur ikan, belut, atau biota air lainnya.

3. Menggunakan Tangguk atau Serok

Tangguk adalah alat mirip wadah cekung yang terbuat dari anyaman bilah bambu halus atau jaring kecil bertangkai. Penggunaannya sangat sederhana, yaitu dengan menyisir dasar air dangkal secara perlahan lalu mengangkatnya dengan cepat. Alat ini efektif untuk mendapatkan ikan-ikan berukuran kecil, udang sungai, maupun ketam (kepiting air tawar).

4. Teknik Menombak (Serampang)

Untuk menangkap ikan berukuran besar di air yang jernih, masyarakat kampung kerap menggunakan serampang. Serampang merupakan tombak berkaki tiga atau lebih yang ujungnya terbuat dari besi tajam. Menombak ikan memerlukan ketenangan tingkat tinggi dan kejelian mata, karena pembiasan cahaya di dalam air sering kali mengecoh bidikan.

5. Menebar Jala

Menebar jala menjadi metode yang memerlukan keahlian khusus. Jala berbentuk jaring melingkar yang diberi pemberat timah di sepanjang pinggirannya. Saat dilemparkan dengan teknik memutar, jala akan mengembang sempurna di udara sebelum tenggelam dan mengurung kawanan ikan di bawahnya.

Melalui alat-alat sederhana ini, orang jaman dulu mengajarkan bahwa alam menyediakan sumber pangan yang cukup jika dikelola dengan bijaksana. Hilangnya tradisi ini secara perlahan menjadi pengingat pentingnya menjaga sungai-sungai di pedesaan agar tetap bersih dan lestari.


Baca juga: Menjaga Tradisi lewat Jari: Kisah Ibu Penganyam Bambu yang Menolak Punah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....