Tradisi Melalui Sport-Tourism: Gasing dan Lantak Jadi Magnet Wisata Baru Kalbar
- 24 Apr 2026 10:19 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Demam olahraga kini tidak lagi hanya soal sepak bola atau bulu tangkis. Di Kalimantan Barat, sebuah tren baru yang menggabungkan pelestarian budaya dan sektor pariwisata—atau yang dikenal sebagai sport-tourism—sedang naik daun. Permainan rakyat tradisional seperti Gasing dan Lantak kini mulai naik kelas, dari sekadar hobi di halaman rumah menjadi turnamen skala regional yang memikat perhatian wisatawan.
Pemerintah daerah bersama komunitas pegiat budaya mulai melirik potensi besar di balik putaran gasing dan dentuman lantak. Bukan tanpa alasan, olahraga tradisional ini menawarkan keunikan yang tidak dimiliki olahraga modern: nilai historis, filosofi kebersamaan, dan ketangkasan khas lokal.
Gasing dan Lantak: Dari Halaman ke Arena Bergengsi Jika dulu Gasing hanya dimainkan anak-anak saat musim panen, kini kompetisi Gasing mulai dikemas secara profesional. Keahlian mengadu daya tahan putaran kayu pilihan menjadi atraksi visual yang memukau. Begitu pula dengan Lantak, permainan bambu yang membutuhkan konsentrasi dan teknik khusus, kini mulai diperlombakan dengan standarisasi keamanan dan aturan yang jelas.
"Ini bukan sekadar mainan lama yang muncul kembali. Ini adalah identitas. Ketika kita mengemasnya dalam bentuk turnamen, kita tidak hanya mengajak orang untuk menonton pertandingan, tapi juga melihat sejarah kita," ujar salah satu penggerak komunitas permainan rakyat di Pontianak.
Dampak Positif bagi Pariwisata Daerah Kehadiran turnamen-turnamen ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal. Para perajin gasing kayu di pelosok desa kembali kebanjiran pesanan. Selain itu, gelaran acara yang dipusatkan di lokasi wisata atau cagar budaya membuat tingkat hunian penginapan dan kunjungan ke sentra kuliner meningkat selama masa kompetisi.
Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, cenderung mencari pengalaman otentik (authentic experience). Menonton pertandingan gasing di bawah pohon rindang atau mencicipi kuliner lokal sambil menunggu giliran lomba lantak adalah daya tarik yang sulit ditemukan di kota-kota besar.
Tantangan dan Harapan ke Depan Meskipun tren sport-tourism berbasis tradisi ini terus meningkat, konsistensi agenda tahunan menjadi kunci utama. Diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara dinas pariwisata, instansi terkait, dan sektor swasta untuk menjadikan Gasing dan Lantak sebagai ikon wisata tetap di Kalimantan Barat.
Dengan dukungan promosi digital yang masif, bukan tidak mungkin Kalimantan Barat akan dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai pusat olahraga tradisional yang mendunia. Karena pada akhirnya, menjaga tradisi adalah cara terbaik untuk memperkenalkan siapa kita kepada dunia.
Baca juga: Sering Dianggap Malas, Melamun ternyata Punya Manfaat Besar bagi Kesehatan Mental
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....