Masjid Arrafi'ul A’laa: Dari Bangunan Sederhana hingga Pusat Ibadah Seribu Jamaah
- 01 Mei 2026 13:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Perjalanan Masjid Arrafi'ul A’laa menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat, tidak terjadi secara instan. Di balik bangunannya yang kini megah dan mampu menampung hingga seribu jemaah, tersimpan sejarah panjang penuh perjuangan dan pengembangan bertahap.
Demikian dikatakan Ketua Pengurus masjid, Agus Sugiarto, saat ditemui seusai pelaksanaan salat Jum'at, Jum'at, 1 Mei 2026. Agus menceritakan bahwa awal mula masjid ini berdiri sekitar tahun 1988 dalam bentuk bangunan kecil.
“Sebetulnya masjid ini dulu masjid kecil, kira-kira berdiri tahun 1988. Waktu itu usianya baru dua tahun saat saya mulai aktif di sini tahun 1990,” ujarnya.
Menurutnya, berdirinya masjid tersebut tidak lepas dari proses tukar guling lahan yang kemudian menjadi tanah wakaf untuk pembangunan masjid. “Berdirinya masjid itu karena tukar guling dengan pihak perumahan, sehingga kita mendapatkan tanah wakaf di lokasi ini,” katanya.
Seiring waktu, kondisi masjid kecil yang berada di dataran rendah sering terdampak banjir saat hujan. Hal ini mendorong Yayasan Raudhatul Jannah untuk memprakarsai pembangunan masjid yang lebih besar pada tahun 1997.
“Karena posisi masjid itu rendah dan sering kebanjiran, akhirnya ada inisiatif dari Yayasan Raudhatul Jannah untuk membangun masjid yang lebih besar seperti sekarang,” katanya, menjelaskan.
Meski awalnya hanya berbentuk sederhana, renovasi terus dilakukan. Pada tahun 2007, masjid diperluas hingga mencapai ukuran 20 x 30 meter.
“Renovasi pertama dilakukan tahun 2007 agar lebih luas. Sekarang kapasitasnya bisa menampung kurang lebih seribu jamaah,” ucap Agus.
Pengembangan berlanjut pada tahun 2012 dengan pembangunan teras keliling dan empat menara yang menjadi ciri khas arsitektur masjid tersebut.
“Kami ingin masjid ini punya nilai seni. Konsepnya terinspirasi dari Masjid Cordoba di Spanyol, agar terlihat unik dibandingkan masjid lainnya,” katanya, menambahkan.
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Arrafi'ul A’laa juga aktif menjalankan berbagai program keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Kegiatan rutin seperti peringatan hari besar Islam (PHBI), pengajian, hingga pelaksanaan kurban setiap tahun terus dilaksanakan.
“PHBI setiap tahun tetap kita adakan, termasuk Idul Fitri dan Idul Adha. Kita juga mengkoordinir warga yang ingin berqurban,” katanya lagi
Tak hanya itu, pihak yayasan juga mengembangkan berbagai unit kegiatan seperti pendidikan anak, TPA, hingga lembaga keuangan mikro berbasis masjid. “Kami mendirikan TPA Al-A'laa, BMT, serta unit kegiatan lain di bawah yayasan. Tujuannya agar masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat pemberdayaan umat,” katanya.
Agus menegaskan, ke depan pihak pengurus akan terus berupaya meningkatkan kenyamanan jemaah serta mengembangkan program-program baru sesuai kebutuhan masyarakat. “Kami ingin jemaah merasa betah dan senang. Sesuai makna Arrafi'ul A’laa, kami berharap masjid ini bisa menjadi tempat yang mengangkat derajat umat,” katanya, mengakhiri
Baca juga: Jejak Sejarah Masjid Adz-Dzikraa di Kelurahan Benua Melayu Laut
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....