Menelusuri Asal Usul Parit Mayor, Jejak Sejarah Tata Air di Kota Pontianak
- 19 Apr 2026 17:47 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Parit Mayor menjadi salah satu kawasan yang tidak hanya dikenal sebagai bagian dari sistem kanal di Pontianak, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang terkait perkembangan wilayah tersebut sejak masa awal pembentukannya.
Parit Mayor merupakan bagian dari jaringan parit atau kanal yang dibangun pada masa lampau untuk mendukung kehidupan masyarakat di daerah rawa dan dataran rendah. Sistem parit ini berfungsi sebagai saluran air, transportasi, hingga pengendali banjir di wilayah yang didominasi oleh sungai dan lahan basah.
Menurut Dosen Sejarah Untan Pontianak, Edwin Mirza Chaerulsyah nama “Parit Mayor” memiliki kaitan erat dengan sistem administrasi dan peran tokoh penting pada masa lalu. “Istilah ‘Mayor’ diduga berasal dari jabatan atau sebutan bagi pemimpin lokal atau tokoh yang memiliki peran penting dalam pengelolaan wilayah tersebut, terutama dalam pembangunan dan pemeliharaan parit,” ujarnya melaluli TV Edukasi Pontianak.
Ia menjelaskan bahwa pada masa kolonial maupun sebelumnya, pembangunan parit menjadi kebutuhan utama masyarakat untuk membuka lahan permukiman dan pertanian. Parit Mayor sendiri diyakini sebagai salah satu parit besar yang memiliki peran strategis dalam menghubungkan aliran air serta mempermudah mobilitas masyarakat.
Dari sisi sejarah, keberadaan Parit Mayor tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Kota Pontianak sebagai kota yang tumbuh di tepi Sungai Kapuas. Sistem kanal seperti Parit Mayor menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat, terutama sebelum berkembangnya infrastruktur jalan modern.
“Parit bukan sekadar saluran air, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Di sepanjang parit, masyarakat berinteraksi, berdagang, hingga membangun permukiman,” tambah Edwin, Minggu, 19 April 2026.
Saat ini, Parit Mayor tetap menjadi bagian penting dari lanskap kota, meskipun fungsinya telah mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Pemerintah daerah terus melakukan penataan untuk menjaga fungsi drainase sekaligus mempertahankan nilai historisnya.
Dengan memahami asal usul Parit Mayor, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai warisan budaya lokal serta menjaga keberlanjutan lingkungan di Kota Pontianak. Keberadaan parit sebagai sistem tradisional pengelolaan air menjadi bukti kearifan lokal yang relevan hingga saat ini.
Baca juga: Pokdarwis Dorong Wisata Sungai Kapuas Kian Berkembang
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....