Instrumen Tradisional Bangkit dari Kreativitas Lokal
- 15 Apr 2026 09:27 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Instrumen tradisional kini semakin terlihat di berbagai daerah. Di tengah keterbatasan akses terhadap alat musik modern, sejumlah pelaku seni justru mengolah material sehari-hari seperti bambu, kayu, tempurung kelapa, hingga barang bekas seperti kaleng dan botol kaca menjadi instrumen musik yang bernilai estetika tinggi. Instrumen berbahan bambu, misalnya, dapat diolah menjadi alat musik tiup maupun perkusi dengan karakter suara khas.
Sementara itu, tempurung kelapa dan kayu sering dimanfaatkan sebagai alat ritmis yang menghasilkan bunyi alami. Bahkan, material bekas seperti pipa paralon dan logam juga kerap digunakan untuk menciptakan nada yang unik dan eksperimental. Pendiri komunitas Balaan Tumaan, Nursalim Yadi, menilai bahwa instrumen musik tidak sekadar alat hiburan, melainkan medium penting dalam membangun karakter manusia.
“Sebenarnya, banyak cerita dalam sebuah instrument yakni bagaimana instrument musik punya implementasi penting dalam mengkonstruksi kita sebagai manusia,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.
Menurutnya, proses penciptaan instrumen dari bahan sederhana juga menjadi sarana edukasi yang efektif, terutama bagi generasi muda untuk mengenal nilai kreativitas, keberlanjutan, dan identitas budaya lokal. Lebih lanjut, komunitas Balaan Tumaan juga mengembangkan berbagai proyek kreatif berbasis instrumen alternatif. Salah satunya adalah konsep studio jalanan yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses penciptaan musik.
“Beberapa karya instrument yang dibuat dari Balaan Tuman misalnya project studio jalanan dengan menyebar beberapa alat music kemudian direkam dan kemudian dibikin musik,” katanya.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas kalangan. Masyarakat diajak untuk berinteraksi langsung dengan alat musik, sehingga tercipta pengalaman musikal yang inklusif dan partisipatif. Dengan semakin berkembangnya inovasi ini, instrumen tradisional berbasis material sederhana berpotensi menjadi daya tarik budaya sekaligus media pendidikan.
Selain melestarikan warisan lokal, upaya ini juga memperkuat kesadaran akan pentingnya kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya di sekitar. Ke depan, dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mendorong keberlanjutan gerakan ini, sehingga instrumen tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari identitas budaya yang relevan di era modern.
Baca juga: Pokdarwis Dorong Wisata Sungai Kapuas Kian Berkembang
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....