Cerita di Balik Peta Rasa Kota Pontianak

  • 12 Apr 2026 09:11 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Sebuah inovasi berupa sculpture bertajuk "Peta Rasa Kota Pontianak" hadir sebagai salah satu cara unik untuk memperkenalkan identitas kota dengan lebih menarik dan informatif. Instalasi ini dirancang dalam bentuk papan informasi yang terintegrasi tanpa mengubah estetika trotoar, sehingga tetap selaras dengan tata ruang kota.

Mengusung konsep futuristik dengan sentuhan nostalgik, sculpture ini dapat menjadi ruang edukasi publik yang mampu menghubungkan nilai sejarah dengan perkembangan kota masa kini.

Mengangkat tema "Cerita di Balik Peta Rasa Kota Pontianak" yang dibahas bersama anak muda kreatif dalam kesempatan Ngobras di Pro 1 RRI Pontianak pada Selasa, 31 Maret 2026. Menghadikan Fiqri Sulthony sebagai arsitek dan Fikry Alfatih sebagai type desginer dalam pembuatan sculpture ikonik yang berlokasi di Jalan Teuku Umar tersebut.

"Jadi, niatnya kemarin itu pengen apa sih identitas yang mau kita sampaikan. Nah, makanya kita coba ulik-ulik, kita coba bikin beberapa prototype, akhirnya tercetuslah nih awalnya itu kita mau bikin informasi kuliner. Tapi kalau informasi kuliner kan apa namanya tuh bahasanya terlalu birokratif. Kita bikin nih biar Kota Pontianak semakin asik, kita bikin peta rasa jadinya," ujar Tony selaku arsitek yang menggarap projek tersebut.

Fiqri Sulthony sebagai arsitek (kiri) dan Fikry Alfatih sebagai type desginer (kanan) dalam siaran Ngobras edisi Selasa, 31 Maret 2026 (Foto: YouTube Pro 1 RRI Pontianak)

Tony menilai bahwa kehadiran peta rasa Kota Pontianak dapat menjadi pilot project dalam pengembangan ruang publik berbasis ide kreatif. Inisiatif ini dinilai membuktikan bahwa gagasan segar dari anak muda dapat diterima oleh pemerintah apabila disampaikan dengan konsep yang matang dan terukur. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan kota melalui inovasi yang relevan.

"Ternyata kalau kita kasikan sesuatu ide-ide segar baru untuk walikota dan diterima, itu bisa diwujudkan. Jadi jangan berhenti dan jangan takut untuk menghadirkan ide," kata Tony.

Peta Rasa Kota Pontianak nampak malam hari (Foto: RRI Pontianak - Alfatih)

Di sisi lain, Fikry Alfatih sebagai type desginer menilai bahwa upaya branding kota melalui tipografi dan identitas visual masih belum banyak dilirik oleh para desainer. Ia pun memperkenalkan salah satu karya font ciptaannya bertajuk “Arus Kapuas” sebagai bentuk kontribusi dalam memperkuat karakter visual Kota Pontianak.

"Saya ingin memunculkan branding kota itu dari sisi tipografinya. Jadi harapannya karena di Pontianak ini kan kalau saya lihat ke pengalaman saya itu memang masih sedikit orang designer yang fokusnya itu ke tipografi, makanya saya bikin 'Arus Kapuas' yang itu tujuannya untuk branding kota secara tipografi. Dan harapannya akan banyak anak-anak muda teman-teman designer yang juga mulai melirik tentang visual kota dari sisi tipografi," ujar Fikry.

Untuk masyarakat yang ingin melihat langsung dan mengabadikan momen, Peta Rasa Kota Pontianak berada di trotoar Jalan Teuku Umar. Untuk panduan lokasi klik berikut link map.

Baca juga: Pendekatan Bahasa dan Budaya Lokal untuk Dakwah yang Efektif

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....