Pendekatan Bahasa dan Budaya Lokal untuk Dakwah yang Efektif

  • 31 Mar 2026 09:24 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pendekatan dakwah dengan menggunakan bahasa lokal dan kearifan budaya setempat dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat. Cara ini dianggap mampu mendekatkan nilai-nilai ajaran agama dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami dan diterima. Selain itu, penggunaan bahasa dan budaya lokal juga dapat memperkuat kedekatan emosional antara dai dan masyarakat dalam proses penyampaian dakwah.

Tema "Bahasa sebagai Medium Dakwah (Implementasi Sosiolinguistik untuk Dakwah yang Efektif)" menjadi topik pembahasan dalam program Mutiara Pagi edisi Selasa, 31 Maret 2026 di Pro 1 RRI Pontianak. Topik tersebut dibahas bersama dengan Ustadzah Nurmy Abdullah Renre.

"Menggunakan bahasa lokal atau menyampaikan dengan pendekatan budaya setempat. Dakwah tentu saja akan lebih menyentuh jika menggunakan bahasa yang akrab di telinga masyarakat. Mungkin pada saat Nabi Muhammad SAW menyebarkan Islam, Sahabat, sampai Wali Songo di Indonesia juga menyesuaikan dengan kebiasaan maupun budaya masyarakat setempat sebelum mereka datang untuk berdakwah," ujar Ustadzah Nurmy yang juga merupakan seorang dosen tersebut.

Ustadzah Nurmy menjelaskan bahwa dakwah dengan pendekatan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat dinilai lebih mudah menyentuh hati dan membangun pemahaman. Metode tersebut dianggap efektif karena pesan yang disampaikan terasa relevan dan sesuai dengan keseharian masyarakat setempat.

Nurmy juga berpesan kepada guru dan tenaga pengajar agar tidak hanya fokus pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik. Upaya tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter serta moral generasi muda yang seimbang antara pengetahuan dan akhlak.

"Kita harus selalu menyuntikkan, menginternalisasi nilai-nilai keagamaan tapi ingat, bahwa apa yang kita sampaikan harus disesuaikan dengan latar belakang sasaran atau audience kita, sehingga apa yang kita sampaikan itu bisa mereka terima dengan dengan khidmat dan tidak menyakiti," pesan Ustadzah Nurmy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....