Diguyur Hujan Berhari-hari, Pontianak Zero Hotspot Terbebas Kabut Asap

  • 01 Okt 2026 19:27 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, PONTIANAK — Kota Pontianak kini berada dalam kondisi zero hotspot (titik panas) dan terbebas dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah. Kondisi ini tidak lepas dari curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Pontianak, Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir, yang menjadi jawaban atas doa bersama masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, M Yamin menyikapi kondisi cuaca terkini. Berdasarkan pemantauan di tiga kecamatan yang sebelumnya diwaspadai rawan karhutla yakni Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara kini dipastikan sudah nihil dari titik api.

Sebelumnya, sempat tercatat belasan titik panas yang diwaspadai berpotensi memicu karhutla. Namun, berkat kerja sama dan monitoring berkala yang dilakukan setiap hari oleh para relawan bersama unsur terkait dalam memastikan penanganan di lapangan, ancaman tersebut berhasil diredam.

"Kami berharap hujan turun hujan yang berkah secara berkala agar udara kembali bersih, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal, anak-anak bisa kembali bersekolah, aktivitas kerja berjalan lancar, dan roda perekonomian kembali tumbuh," ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Meskipun demikian, memasuki masa transisi dan evaluasi penanganan karhutla tahun ini, Yamin mengungkapkan bahwa BPBD Kota Pontianak menegaskan pentingnya mitigasi yang terstruktur dan melibatkan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, para relawan, hingga partisipasi aktif masyarakat.

Ke depan, BPBD akan fokus memperkuat infrastruktur penanggulangan bencana guna mengantisipasi potensi karhutla secara lebih cepat dan optimal. Beberapa kebutuhan mendesak yang disiapkan di antaranya meliputi:

Pertama, penyediaan sumber air dengan memastikan ketersediaan sumber air bersih serta mengoptimalkan fungsi parit/kanal primer dan sekunder di lapangan.

Kedua, sarana pendukung yakni dengan menyiapkan tambahan mesin pemadam, selang, serta pelatihan intensif bagi para relawan agar sigap dalam penanganan awal.

Ketiga, armada khusus yakni dengan penambahan kendaraan pemadam kebakaran berukuran fleksibel yang mampu menjangkau akses jalan-jalan lingkungan yang lebih kecil.

"Dengan langkah mitigasi yang matang serta sinergi lintas sektor yang kuat, Pemerintah Kota Pontianak optimis semakin tangguh dalam menghadapi potensi darurat bencana di masa mendatang," katanya, mengakhiri.

Baca juga: Karhutla Kalbar Ancam Kelangsungan Hidup dan Ekosistem Satwa Liar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....