Surat Utang BLBI Lunas, Dendy YRJI Dorong Pemerintah Terus Kejar Piutang Negara

  • 21 Sep 2026 20:35 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Jakarta – Founder Yayasan Rumah Juang Indonesia (YRJI), Muh. Ageng Dendy Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintah yang telah menuntaskan kewajiban surat utang terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa utang yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis ekonomi 1997-1998 tersebut telah tuntas dilunasi pada Agustus 2026.

Diketahui, pelunasan kewajiban negara tersebut menggunakan surplus Bank Indonesia yang disetorkan ke kas negara. Menurut Dendy, penyelesaian beban fiskal ini merupakan sebuah pencapaian positif bagi Indonesia.

"Pelunasan kewajiban surat utang terkait BLBI merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa negara mampu menyelesaikan satu per satu beban fiskal yang diwariskan dari masa lalu secara terukur dan sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Dendy dalam keterangannya, Senin, 21 September 2026.

Lebih lanjut, Dendy menekankan bahwa keberhasilan ini harus sejalan dengan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara yang berdampak langsung pada masyarakat. "Langkah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola keuangan negara dan memastikan setiap rupiah kekayaan negara kembali memberi manfaat bagi rakyat," katanya, menambahkan.

Meski demikian, YRJI mengingatkan bahwa pelunasan surat utang oleh pemerintah tidak dengan sendirinya berarti seluruh persoalan piutang BLBI telah selesai.

Pemerintah dinilai perlu memberikan penjelasan publik secara transparan mengenai perbedaan antara pelunasan kewajiban surat utang pemerintah dengan piutang negara yang masih harus ditagih. Dendy pun mendorong agar momentum ini dilanjutkan dengan penguatan penagihan aset kepada pihak-pihak terkait.

"Negara harus tetap hadir dengan prinsip keadilan. Yang menjadi hak negara harus dikembalikan kepada negara. Pelunasan kewajiban surat utang adalah satu capaian, tetapi memastikan aset dan piutang negara tertagih secara optimal juga merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah," kata Dendy, yang pernah menjabat sebagai Sekjen DPP GMNI, itu.

Ke depannya, Dendy berharap agar penyelesaian warisan masalah fiskal ini dapat menjadi pelajaran berharga. Kebijakan ekonomi dan keuangan negara di masa mendatang diharapkan semakin prudent, transparan, dan akuntabel.

"Kita tutup lembaran persoalan masa lalu dengan tata kelola yang baik, dan membuka babak baru dengan ekonomi yang lebih sehat, kemandirian fiskal yang lebih kuat, serta keberpihakan yang nyata kepada rakyat," katanya, mengakhiri.

Baca juga: Founder YRJI Apresiasi Peran Dasco Bangun Titik Temu Pekerja dan Manajemen SGN

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....