Air Asin Dapat Mengganggu Pertumbuhan Tanaman

  • 10 Sep 2026 20:19 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak: Air asin dapat mengganggu pertumbuhan tanaman karena memiliki kandungan garam yang tinggi, terutama natrium dan klorida, yang sulit ditoleransi oleh sebagian besar tanaman. Ketika air dengan kadar garam tinggi digunakan secara terus-menerus, kondisi tanah dapat berubah dan membuat tanaman kesulitan mendapatkan air yang dibutuhkannya.

Kadar garam yang tinggi di sekitar akar dapat menyebabkan tanaman mengalami tekanan osmotik, sehingga akar lebih sulit menyerap air meskipun tanah terlihat cukup basah. Akibatnya, tanaman bisa mengalami gejala seperti layu, pertumbuhan terhambat, daun menguning, hingga bagian daun mengering.

Air asin juga dapat menyebabkan penumpukan garam di dalam tanah apabila terjadi berulang kali tanpa adanya pencucian oleh air tawar yang cukup. Penumpukan tersebut dapat mengganggu keseimbangan unsur hara sehingga tanaman kesulitan memperoleh nutrisi penting untuk pertumbuhannya.

Selain menghambat penyerapan air, kadar natrium yang berlebihan dapat mengganggu penyerapan unsur seperti kalium dan kalsium yang diperlukan tanaman. Ketidakseimbangan unsur tersebut akhirnya dapat memengaruhi perkembangan akar, batang, daun, hingga proses pembentukan bunga dan buah.

Paparan air asin dalam waktu lama juga dapat merusak jaringan tanaman karena ion garam dapat terakumulasi di dalam daun. Kondisi ini biasanya terlihat dari ujung atau tepi daun yang berubah kecokelatan dan kemudian mengering secara perlahan.

Masalah air asin sering menjadi perhatian terutama di wilayah pesisir ketika air laut masuk ke sumber air atau lahan akibat pasang tinggi, intrusi air laut, maupun perubahan kondisi lingkungan. Tanaman yang tidak memiliki toleransi terhadap garam akan lebih cepat menunjukkan tanda-tanda kerusakan dibandingkan tanaman yang memang mampu hidup di lingkungan berkadar garam tinggi.

Karena itu, penggunaan air untuk menyiram tanaman perlu diperhatikan, terutama apabila sumber air berada dekat kawasan pantai atau berpotensi tercampur air laut. Memilih sumber air yang lebih tawar, memperbaiki drainase, dan memilih tanaman yang toleran terhadap salinitas dapat membantu mengurangi dampak buruk air asin terhadap tanaman.

Baca juga: Fojekha dan Antara Bagikan 5.000 Masker di tengah Kabut Asap Pontianak

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....