Cek Kesehatan Pranikah Jadi Kunci Wujudkan Generasi Sehat

  • 22 Agt 2026 11:05 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Persiapan menuju pernikahan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan acara dan kebutuhan rumah tangga. Kondisi kesehatan fisik, gizi, mental, intelektual, finansial, hingga sosial juga perlu dipersiapkan sejak dini untuk mendukung terbentuknya keluarga dan generasi yang sehat. Hal tersebut disampaikan dr. Nopitasari dalam program SPADA bertajuk “Pranikah Berkualitas, Generasi Berkelas” yang disiarkan melalui YouTube RRI PRO2 Pontianak, Jumat 21 Agustus 2026.

Menurut dr. Nopitasari, pemeriksaan kesehatan pranikah penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon pasangan sekaligus mengantisipasi berbagai risiko kesehatan yang dapat muncul dalam kehidupan berkeluarga. “Persiapan kesehatan pranikah itu sangat penting. Pernikahan adalah ibadah seumur hidup, sehingga persiapannya harus dilakukan sedini mungkin dan tidak boleh diabaikan,” ujar dr. Nopitasari.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan calon pengantin, di antaranya kesehatan fisik, pengetahuan mengenai kesehatan keluarga, kesiapan finansial, mental dan emosional, serta kemampuan beradaptasi dengan keluarga dan lingkungan pasangan.

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah juga dapat membantu mendeteksi sejumlah penyakit, termasuk penyakit yang memiliki faktor keturunan maupun penyakit menular. Riwayat penyakit seperti talasemia, diabetes, hipertensi, asma, dan epilepsi perlu diketahui sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga.

Selain itu, skrining juga penting untuk mengetahui risiko penyakit menular seperti HIV, sifilis, dan Hepatitis B. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan pasangan sekaligus calon anak.

Dr. Nopitasari turut menekankan pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi remaja putri yang kelak menjadi calon ibu. Pencegahan anemia dan pemenuhan kebutuhan asam folat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kesehatan reproduksi.

“Jika ibu hamil mengalami anemia atau kekurangan asam folat, hal ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, mengalami stunting, bahkan kelainan pembentukan saraf janin,” jelasnya.

Ia mengimbau remaja dan calon pengantin untuk meningkatkan literasi kesehatan serta memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan yang tersedia di Puskesmas. Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, calon pasangan diharapkan dapat memasuki kehidupan pernikahan dengan kondisi kesehatan dan pengetahuan yang lebih baik.

Baca juga: Kacang-Kacangan Cemilan Renyah Kaya Nutrisi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....