Ditpolairud Polda Kalbar Amankan 14 Kasus Narkoba Jalur Perairan RI

  • 13 Agt 2026 11:25 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat memperkuat pengawasan di wilayah perairan guna mencegah penyelundupan dan peredaran narkotika melalui jalur laut maupun sungai. Luasnya wilayah perairan Kalimantan Barat yang berbatasan dengan negara tetangga dan wilayah provinsi lain menjadi tantangan dalam menjaga keamanan dari berbagai tindak kejahatan lintas negara, termasuk peredaran narkotika.

Kasubdit Patroli Air Ditpolairud Polda Kalbar, AKBP Y. Andis Arya, yang hadir dalam program SANKSI RRI Pro 1 Pontianak pada Selasa, 12 Agustus 2026 mengatakan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengoptimalkan patroli di sejumlah kawasan yang dinilai rawan.

“Sepanjang Januari sampai Agustus 2026, kami sudah menangani 14 kasus tindak pidana narkotika di wilayah perairan dan pesisir Kalimantan Barat,” ujar Andis.

Kasus tersebut ditemukan di sejumlah titik, di antaranya kawasan perairan Ketapang seperti Sungai Pawan, Kendawangan dan Pantai Siduk, hingga kawasan Pelabuhan Dwikora, Pelabuhan Senghi dan Waterfront Pontianak.

Menurut Andis, kawasan pelabuhan dan permukiman pesisir menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena dapat dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aktivitas peredaran narkotika. Kelompok pekerja, termasuk nelayan dan buruh pelabuhan, juga menjadi salah satu sasaran yang perlu diberikan edukasi mengenai bahaya narkoba.

Untuk memperkuat pengawasan, Ditpolairud Polda Kalbar mengerahkan 13 Markas Unit (Marnit) patroli yang tersebar mulai dari wilayah perbatasan hingga muara sungai. Pengamanan juga didukung Satpolairud di enam Polres jajaran.

Patroli dilakukan secara rutin dan terintegrasi di wilayah laut lepas maupun alur sungai menggunakan armada kapal patroli. Selain itu, Ditpolairud juga memperkuat koordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Wilayah 5 Sarawak melalui patroli bersama di wilayah perbatasan.

“Pengawasan tidak hanya dilakukan melalui patroli di lapangan, tetapi juga memanfaatkan teknologi AIS yang terhubung dengan Command Center Ditpolairud untuk memantau pergerakan kapal yang masuk ke wilayah perairan Kalbar,” katanya.

Selain penindakan, Ditpolairud Polda Kalbar juga menjalankan pendekatan preventif melalui program pembinaan masyarakat pesisir. Edukasi bahaya narkoba dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), melalui kegiatan klinik terapung, pemberian alat keselamatan pelayaran, serta kegiatan sosial lainnya.

Masyarakat pesisir dan nelayan juga diimbau ikut berperan dalam menjaga keamanan perairan. Warga diminta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi berkaitan dengan penyelundupan maupun peredaran narkotika.

Upaya pengawasan tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang gerak jaringan narkotika yang memanfaatkan jalur perairan Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....