Kebakaran Lahan Parit Cahaya Baru Kota Pontianak Sudah Dekati Permukiman Warga
- 09 Agt 2026 17:38 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kebakaran lahan di kawasan Parit Cahaya Baru, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara tepatnya di perbatasan Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, mulai mengancam permukiman warga pada Sabtu, 7 Agustus 2026. Api dilaporkan berada sekitar 100 meter dari rumah penduduk, sementara asap tebal telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pontianak, Muhammad Yamin, mengatakan pihaknya tengah melakukan lokalisasi api di kawasan tersebut. Penanganan menjadi perhatian karena lokasi kebakaran cukup jauh dari sumber air, yang berjarak sekitar 500 meter dari titik api.
“Ini yang baru di Parit Cahaya Baru, ini perbatasan dengan Kubu Raya. Ini sekitar 100 meter lagi dekat permukiman warga,” kata Yamin saat ditemui di lokasi kebakaran.
Yamin menjelaskan, BPBD Kota Pontianak saat ini juga menangani dua lokasi karhutla lainnya. Selain di Parit Cahaya Baru, kebakaran terjadi di Jalan Sepakat Dua Ujung yang masih dalam proses pemadaman dan Jalan Akasia yang apinya mulai mereda namun tetap dipantau pada sejumlah titik.
Kondisi tersebut membuat personel pemadam harus membagi kekuatan dalam menangani beberapa titik kebakaran secara bersamaan. BPBD juga tengah menghitung kebutuhan dan kemampuan peralatan, terutama untuk menjangkau lokasi kebakaran Parit Cahaya Baru yang memiliki kendala sumber air.
Menurut Yamin, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap masyarakat. Koordinasi dilakukan dengan PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial hingga PDAM, termasuk kemungkinan pemanfaatan sumber air PDAM untuk membantu proses pemadaman.
“Kita sudah bersiap-siap, karena kendalanya agak jauh. Lokasi sumber air itu hampir 500 meter. Nanti kita menghitung kekuatan kita apakah bisa sampai di sini. Kalau misalnya PDAM airnya bisa kita sedot, kita akan coba,” ujarnya.
Yamin menegaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran tersebut. BPBD juga meminta warga, khususnya yang memiliki anak kecil, untuk mempertimbangkan evakuasi apabila kondisi asap semakin memburuk.
| Baca juga: 6 Ruko Terbakar, Tim Damkar Kesulitan Air! |
“Anak-anak ini sudah memakai masker dan sebagainya. Tetapi kalau tidak bisa ditahan lagi, harus mengungsi, karena asapnya ini sudah luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pontianak, Fakhroni, mengatakan kebakaran di kawasan tersebut sebelumnya juga pernah terjadi, namun kondisi kali ini dinilai lebih parah. Anggota DPRD Pontianak itu menyebut warga telah menyampaikan keluhan karena asap semakin mengganggu hingga anak-anak dan bayi harus dievakuasi.
“Warga pun sudah teriak-teriak sampai ke saya. Kebetulan saya ketua LPN di sini, sampai anak bayi harus diungsikan. Anak bayi, anak-anak kecil sudah harus diungsikan,” ucap Fakhroni.
Fakhroni berharap penanganan karhutla di kawasan perbatasan dapat diperkuat melalui mitigasi dan koordinasi lintas wilayah. Menurutnya, kejadian karhutla yang berulang setiap tahun membutuhkan penanganan yang lebih terencana, termasuk kemungkinan penguatan unit penanggulangan bencana di kawasan perbatasan agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat. Keterlibatan pemerintah provinsi dan penguatan unit penanganan bencana di kawasan perbatasan agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Kebakaran pada lahan di kawasan Parit Cahaya Baru, kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara tepatnya di perbatasan Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya pada Sabtu, 7 Agustus 2026. (Foto: Gulista/RRI)
Dampak kebakaran juga dirasakan langsung warga. Salah seorang warga, Wasilah (42), mengatakan asap tebal membuat sejumlah anak mengalami sesak napas sehingga tiga bayi telah lebih dahulu dipindahkan ke rumah keluarga.
“Banyak anak-anak sesak napas di sini, tiga bayi kita ungsikan dulu ke rumah keluarganya. Sudah bertahun sebenarnya kena asap ini, cuma kali ini sudah paling parah,” tuturnya.
Wasilah berharap proses pemadaman dapat segera dilakukan karena warga kesulitan membantu memadamkan api secara mandiri. Keterbatasan air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi warga di sekitar lokasi kebakaran. “Gimana kita mau madam-kan api mbak, air aja gak ada. Masalah air juga yang utama di sini.”
Di sisi lain, BPBD Kota Pontianak masih melakukan koordinasi dengan pihak Kabupaten Kubu Raya mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan perbatasan. Penanganan diarahkan untuk mencegah api meluas sekaligus mengurangi dampak asap terhadap permukiman dan kesehatan warga.
Baca juga: Polres Kubu Raya Perkuat Pencegahan Karhutla di Kecamatan Kubu
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....