Takut Di-judge, Anak Muda Diajak Berani Luapkan Unek-Unek
- 31 Jul 2026 14:55 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Rasa gengsi, takut dianggap lemah, hingga khawatir mendapat penilaian negatif kerap membuat anak muda memilih memendam persoalan yang sedang dihadapi. Padahal, berbagi cerita kepada orang yang tepat dapat membantu seseorang mengurangi beban emosional dan memahami perasaan yang sedang dialaminya.
Hal tersebut dibahas dalam program RONDA (Ruang Obrolan Pro 2) yang tayang pada Kamis, 30 Juli 2026 melalui YouTube RRI Pro 2 Pontianak dan kanal 101,8 FM dengan tema "Curhat Tanpa Takut Di-judge: Waktunya Luapin Unek-unek". Program yang dipandu penyiar Naufal tersebut menghadirkan Nabila Dafik A., S. Psi., Konselor PKBI Kalimantan Barat.
Nabila mengatakan, masih banyak orang yang merasa enggan untuk bercerita karena berbagai alasan, salah satunya gengsi dan kekhawatiran terhadap penilaian orang lain. Menurutnya, curhat tidak selalu bertujuan untuk mendapatkan solusi, tetapi juga menjadi ruang untuk melepaskan beban yang selama ini dipendam. "Banyak orang takut curhat karena gengsi atau tidak mau orang lain tahu masalah hidupnya. Padahal, curhat itu bukan sekadar menyampaikan masalah, melainkan meluapkan serta mengeluarkan beban dalam diri agar merasa sedikit lebih lega," ujar Nabila Dafik A., S. Psi.
Ia menjelaskan, seseorang yang terlalu lama memendam perasaan berisiko mengalami penumpukan emosi. Karena itu, penting untuk memiliki ruang yang aman untuk bercerita, baik kepada orang terdekat maupun kepada tenaga profesional.
Dalam perbincangan tersebut, Nabila juga mengingatkan pentingnya menjadi pendengar yang baik. Seseorang yang sedang bercerita belum tentu membutuhkan solusi. Karena itu, sebelum memberikan nasihat, pendengar dapat menanyakan terlebih dahulu apakah orang tersebut membutuhkan masukan atau hanya ingin didengarkan. "Sebagai teman, kita bisa bertanya terlebih dahulu, apakah dia ingin didengarkan atau membutuhkan solusi. Jangan langsung memberikan nasihat, karena terkadang seseorang hanya membutuhkan ruang yang aman untuk mengeluarkan apa yang selama ini dirasakan," jelasnya.
Pendekatan dalam mendengarkan cerita juga perlu disesuaikan dengan usia. Anak-anak dan remaja, misalnya, dapat diberikan pendekatan yang lebih interaktif melalui kegiatan bermain atau mewarnai. Cara tersebut dapat membantu menciptakan suasana yang nyaman sehingga mereka lebih mudah terbuka.
Sementara bagi mereka yang belum siap bercerita secara langsung kepada orang lain, journaling atau menuliskan perasaan di buku harian dapat menjadi alternatif. Dengan menuliskan pengalaman dan emosi yang dirasakan, seseorang dapat memiliki ruang untuk mengekspresikan perasaan sekaligus mengenali kondisi dirinya.
PKBI Kalimantan Barat juga menyediakan layanan konseling bersama konselor bersertifikat bagi masyarakat yang membutuhkan ruang aman untuk bercerita. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan, khususnya oleh generasi muda yang ingin mendapatkan pendampingan dalam menghadapi berbagai persoalan.
Melalui program RONDA RRI Pro 2 Pontianak, anak muda diajak untuk tidak menganggap bercerita sebagai tanda kelemahan. Berani mengungkapkan perasaan, mencari dukungan, dan meminta bantuan ketika diperlukan merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan mental.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....