Mahasiswa KKM FEB Untan dan Maktab Tuli As-Sami Gelar Edukasi Inklusi di Sanggau
- 27 Jul 2026 21:44 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Sanggau – Maktab Tuli As-Sami berkolaborasi dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (FEB Untan), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi bertema “Inklusi dan Ragam Disabilitas” di SMP Negeri 12 Sanggau, Senin, 27 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menghargai keberagaman, membangun kepedulian terhadap penyandang disabilitas, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai konsep inklusi, pengenalan ragam disabilitas, serta pentingnya memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk berpartisipasi dalam kehidupan sekolah dan masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan berbagai ragam disabilitas, di antaranya tunanetra, tuli, tunadaksa, cerebral palsy, dan autisme, disertai penjelasan mengenai karakteristik masing-masing serta pentingnya membangun sikap saling menghormati, menghilangkan stigma, dan menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai inklusi dan ragam disabilitas oleh Ketua Maktab Tuli As-Sami, Muhammad Fakhrul Maulana. Dalam sesi tersebut, siswa diajak memahami makna inklusi, hak-hak penyandang disabilitas, serta pentingnya membangun lingkungan yang menerima dan menghargai perbedaan. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi yang dipandu oleh mahasiswa KKM IESP FEB Untan.
Melalui simulasi tersebut, para siswa diajak merasakan pengalaman menjadi penyandang disabilitas dengan memerankan kondisi sebagai penyandang tunanetra, tuli, dan tunadaksa. Kegiatan kemudian ditutup dengan Pohon Komitmen Inklusi, di mana setiap siswa menuliskan komitmen pribadi tentang cara mereka menghargai, mendukung, dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Seluruh komitmen tersebut kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon sebagai simbol komitmen bersama untuk mewujudkan budaya sekolah yang inklusif.
Kepala SMP Negeri 12 Sanggau, Muhammad Arifin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai inklusi merupakan pengetahuan yang sangat penting karena belum tentu diperoleh siswa melalui pembelajaran di kelas.
“Kegiatan ini sangat baik dan saya berharap dapat memberikan dampak positif bagi para siswa, terutama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi teman-teman mereka yang berkebutuhan khusus. Edukasi seperti ini sangat penting karena belum tentu mereka peroleh dalam pembelajaran sehari-hari. Melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk diterima, dihargai, dan dirangkul tanpa membedakan kondisi yang dimiliki,” ujarnya.
Kepala Sekolah ini menambahkan bahwa meskipun kegiatan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, materi yang diberikan diharapkan mampu memperluas wawasan siswa mengenai inklusi dan disabilitas.
“Harapan kami, seluruh siswa SMP Negeri 12 Sanggau dapat memahami makna inklusi dan memiliki kepedulian terhadap teman-teman berkebutuhan khusus. Mereka diharapkan mampu menciptakan ruang yang aman, nyaman, serta memperlakukan semua orang secara setara tanpa diskriminasi. Semoga nilai-nilai yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” tambahnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti sesi penyampaian materi, berdiskusi, berpartisipasi dalam simulasi, hingga menuliskan komitmen mereka pada Pohon Komitmen Inklusi. Pendekatan yang komunikatif dan interaktif tidak hanya membuat materi lebih mudah dipahami, tetapi juga mendorong siswa untuk merefleksikan peran mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang menghargai keberagaman dan bebas dari diskriminasi.
Kolaborasi antara Maktab Tuli As-Sami dan Mahasiswa KKM IESP FEB Untan menjadi wujud nyata sinergi antara yayasan dan perguruan tinggi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang menghadirkan edukasi mengenai inklusi sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang ramah, setara, bebas dari diskriminasi, serta mampu memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....