Hapus Stigma Sok Inggris, RRI Pro 2 Hadirkan Program English Corner

  • 20 Jul 2026 06:01 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Ketakutan akan stigma "sok Inggris" sering kali membunuh rasa percaya diri anak muda di Pontianak saat berlatih bahasa asing. Menjawab tantangan tersebut, RRI Pro 2 Pontianak resmi meluncurkan program baru bertajuk English Corner sebagai ruang aman bagi generasi muda untuk mengasah kecakapan berbahasa Inggris tanpa perlu cemas dihakimi.

Peluncuran program perdana ini disiarkan langsung melalui frekuensi 101,8 FM dan kanal YouTube RRI Pro 2 Pontianak pada Jumat, 17 Juli 2026, dengan menghadirkan Founder English.id, Ledyane Latifa (Lady), serta Kapten English Club yang juga berprofesi sebagai guru bahasa Inggris, Anjas Abdullah.

Dalam dialog bersama penyiar Erna, Lady menyoroti fenomena budaya lokal yang kerap mencibir pemula dengan kalimat sinis saat mereka mencoba mempraktikkan bahasa Inggris. Stigma sosial inilah yang menurutnya harus segera dipatahkan.

"Penguasaan bahasa Inggris saat ini sudah menjadi standar kebutuhan dasar (bare minimum) untuk mengakses informasi dan peluang karier global. Dulu waktu kecil, saya sering dibilang 'Tembuni kau di mana?' saat mencoba speaking. Oleh karena itu, kita butuh lingkungan belajar yang mendukung agar orang berani mencoba," kataLady.

Motivasi Lady sendiri semakin berkobar saat menempuh pendidikan Sastra Indonesia. Ia menyadari bahwa kefasihan berbahasa Inggris menjadi syarat mutlak jika ingin mewujudkan mimpinya menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di berbagai universitas mancanegara.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Anjas Abdullah turut menekankan pentingnya mendobrak ketakutan akan kesalahan tata bahasa (grammar) maupun pengucapan (pronunciation). Sebagai seorang tenaga pendidik, ia selalu menanamkan pola pikir bahwa esensi utama berbahasa adalah tersampaikannya sebuah pesan, jauh mengungguli tuntutan untuk tampil sempurna sejak awal.

Anjas menceritakan pengalaman lucunya saat menjadi relawan pemandu bagi warga negara Tiongkok di Pontianak beberapa waktu silam. Kendala bahasa dan logat sempat membuat mereka harus menggunakan bahasa isyarat tangan. Namun, seiring keberanian untuk terus berinteraksi, mereka akhirnya mampu memahami ucapan satu sama lain. "Banyak siswa merasa harus perfect dulu baru berani bicara. Padahal, small progress is still progress. Tetaplah melangkah," ucap Anjas.

Untuk memulai langkah pertama secara mandiri, Lady dan Anjas membagikan tips sederhana bagi para pendengar. Anak muda dapat berlatih percakapan ringan dengan diri sendiri di depan cermin, serta memperbanyak asupan listening melalui film dan lagu berbahasa Inggris.

Sebagai pemanasan, keduanya juga membedah sejumlah frasa gaul yang sedang tren di media sosial. Beberapa di antaranya adalah red flag (tanda bahaya pada seseorang), spill the tea (bocorkan rahasia/ceritanya), hingga penggunaan kata literally (benar-benar) dalam konteks kalimat yang tepat.

Bagi generasi muda yang ingin terus meningkatkan kemampuannya, program interaktif English Corner akan hadir secara rutin menemani ruang dengar RRI Pro 2 Pontianak setiap hari Jumat mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....